Suami Isteri Tewas Tertabrak KA, Diduga Pintu Perlintasan Belum Tertutup

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Fitriyanto dan Sumirah suami isteri warga Dusun Krampakan RT 3 RW 3 Desa Trangsan, Kecamatan Gatak tewas tertabrak Kereta Api Logawa di perlintasan Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Rabu (14/6). Diduga keduanya menyeberang rel dalam kondisi pintu perlintasan belum tertutup saat kereta api melintas.

Kapolsek Gatak AKP Yulianto mengatakan, kronologis kejadian bermula saat Fitriyanto menjemput isterinya pulang dari bekerja dengan menggunakan sepeda motor Supra AD 4157 KK. Keduanya melintas dari arah timur Desa Gentan Kecamatan Baki menuju ke perlintasan kereta api di Desa Mayang Kecamatan Gatak sekitar pukul 15.50.

Kondisi perlintasan kereta api yang terbuka dan pintu tidak menutup membuat Fitriyanto tetap memacu sepeda motornya. Namun naas belum menyeberangi rel ternyata ada kereta api Logawa juruan Jember – Purwokerto melintas dan menabrak keduanya.

Fitriyanto dan isterinya terpental cukup jauh dari lokasi awal tertabrak. Kejadian tersebut dilihat sejumlah warga disekitar perlintasan kereta api Mayang, Gatak. 

Warga kemudian mendekat dan berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kasus tersebut kemudian dilaporkan masyarakat ke Polsek Gatak. “Kami masih melakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi dan termasuk petugas perlintasan kereta api Mayang, Gatak,” ujar AKP Yulianto.

Petugas perlintasan kereta api Mayang, Gatak diketahui yakni S (32) warga Ngemplak, Boyolali. “Informasinya pintu perlintasan kereta api tidak tertutup. Namun mengenai kepastiannya dan kemungkinan penyebabnya masih kami selidiki. Belum bisa kami simpulkan,” lanjutnya.

Sementara itu sejumlah warga mengatakan kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api Mayang, Gatak cukup cepat. Sebab kondisi di lokasi pintu perlintasan kemungkinan belum menutup.
“Saya tidak tahu persis awal kecelakaanya. Namun tahu setelah ada ibu ibu teriak keras melihat kejadian itu. Korban terpental jauh setelah tertabrak kereta api dan meninggal dunia seketika,” ujar Edi warga Mayang, Gatak.

Edi mengatakan, usai kejadian warga langsung berkerumun di lokasi kejadian. “Soal pintu perlintasan sudah tertutup atau belum saya tidak tahu. Tapi menurut warga memang belum tertutup. Sebab kalau sudah tertutup biasanya selalu terlihat antrian panjang kendaraan karena di Mayang, Gatak sini merupakan jalur padat kendaraan,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI