Sudah 146 Tahun, Ingatan Mbah Gotho Masih Jernih

DI usianya yang sudah renta, ingatan Sodimejo atau Mbah Gotho masih tergolong jernih. Tutur katanya juga masih lancar dan runtut, meski pendengarannya sudah sangat berkurang.

Untung berkomunikasi, harus dibantu cucunya. Sampai sekarang, dia juga masih merokok dan menghabiskan hingga dua bungkus perhari.

Mbah Gotho yang lahir 31 Desember 1870 mengaku pernah menikah empat kali dan semua istrinya sudah meninggal. Dari istri keempat ia memiliki tiga anak, satu diantarana masih hidup yaotu Sugiyem (80). Sedang anak dari istri-istri sebelumnya tidak terdeteksi dimana.

Terlahir dengan nama kecil Saparman, setelah menikah namanya berganti Sodimejo. Sedangkan warga di kampung tempat tinggalnya lebih mengenal dengan sebutan Mbah Gotho atau orang yang selalu bersemangat dan cenderung menggunakan otot ketika berjalan atau bertindak. "Sejak masih kecil, saya sudah mendapati Mbah Gotho sebagai kakek tua yang seluruh rambutnya sudah beruban. Kalau berjalan agak membungkuk dan harus dibantu dengan tongkat,' ujar Sriyanto (54), Kepala Desa Cemeng.

Sriyanto menjelaskan, dirinya meyakini usia Mbah Gotho sudah jauh melewati hitungan seabad. Hal ini dikuatkan pengakuan sesepuh desa setempat, Mbah Dipo yang meninggal sekitar 5 tahun lalu dalam usia 112 tahun.

"Semasa hidupnya Mbah Dipo pernah mengatakan lebih muda dari Mbah Gotho. Saat Mbah Dipo masih kanak-kanak, Mbah Gotho diketahui sudah menikah," jelas Sriyanto. Ia percaya Mbah Gotho adalah manusia tertua di dunia saat ini. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI