Sudah Jalan 3 Bulan Pabrik ‘Bening’ Digrebek, 3000 Liter Migor Ilegal Dimusnahkan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Karanganyar memusnahkan barang bukti kasus peredaran minyak goreng ilegal dengan cara membuangnya ke kolam resapan limbah, Selasa (10/3).

Barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 3.000 liter minyak goreng curah dalam kemasan 900 ml, 1.000 ml, 425 ml.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Akhmad Muhdor mengatakan kasus peredaran minyak goreng ilegal itu awalnya ditangani Polda Jawa Tengah di Semarang pada Akhir 2019. Pelaku bernama Supardi memiliki pabrik skala rumah tangga di wilayah Mojogedang, Karanganyar. Ia memproduksi minyak goreng curah bermerek ‘bening’ selama tiga tahun terakhir.

Produknya memiliki register dari Pemkab Karanganyar, namun belum berizin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat. Dari temuan kasus di Semarang, aparat kepolisian menelusuri produsennya di Karanganyar.

“Ternyata ada aturan baru dari BPOM. Yakni harus berizin dari instansi itu. Selama mengedarkannya, ia mengolah bahan-bahan dari home industri di Mojogedang ke beberapa kota. Salah satunya Semarang,” kata Kajari kepada wartawan usai pemusnahan barang bukti di IPLT Mojogedang.

BERITA TERKAIT