Sugiyono Bakul Semut Rangrang Terlilit Utang Rp 1,5 Triliun, Kok Bisa?

Editor: Ary B Prass

SRAGEN, KRJOGJA.com – Peribahasa untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak saat ini sepertinya sedang menimpa Sugiyono. Siapa Sugiyono, dialah pemilik CV Mitra Sukses Bersama (MSB) yang terjerat utang dari bisnis semut rangrang sebesar Rp 1,5 triliun.

Dari berita yang beredar, Sugiyono memang telah mengembalikan uang Rp 1,5 triliun milik mitra bisnis semut rangrang Sragen dengan waktu sekitar 4 – 6 tahun. Dia juga sudah dibebaskan dari tahanan pada 27 April 2021 lalu.

Dikutip dari Okezone.com, Sugiyono mengaku bisa menghirup udara segar setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen memutuskan mantan Sekretaris Desa Taraman itu terlepas dari jeratan pidana.

Kemudian, untuk skema pembayaran uang mitra bisnis semut rangrang akan dibayar. Sugiyono berjanji akan mengembalikan paling cepat empat tahun dan paling lama 6 tahun.

“Saya tetap butuh tambahan waktu. Sebab, selama mengelola MSB, saya tidak menumpuk uang dan aset dalam jumlah besar. Tergantung nanti kesepakatannya seperti apa. Yang jelas sumber dananya riil dan nyata,” ujarnya.

Dalam pembayaran utang itu, Sugiyono mengandalkan keuntungan dari unit usaha jual beli sembako yang dikelola Komunitas Mitra Sejahtera (KMS). Namun, usaha sembakonya itu pun sempat terpaksa ditutup sebagai imbas masalah hukum itu.

Tapi, KMS diaktifkan lagi setelah lebaran 2021. “KMS ini merupakan wadah jual beli khusus member. Saat ini kami baru memiliki 153 member. Para member bisa belanja sembako di KMS dan mereka akan mendapatkan kembali uang mereka sebesar 3% setelah mereka sudah mengumpulkan 100 poin. Harga sembako kami tidak lebih mahal dari toko lain, tapi kekuatan kami ada di member,” jelasnya.

Lalu, para mitra bisnis semut rangrang Sugiyono kerap mengatakan, MSB memiliki pengaman kuat. Salah satu pengaman yang dimaksud adalah koin crypto. Namun, Sugiyono menjadikan koin crypto itu bukan sebagai pengaman utama.

“Crypto itu hanya salah satu bisnis pengaman. Ibu bukan tempat simpanan uang. Tapi ketika nanti memungkinkan, bisa saya jadikan sebagai salah satu sumber untuk menyelesaikan pengembalian uang mitra. Sebab, kita tahu faktanya crypto tidak bisa dipastikan. Jadi, itu bukan jadi sumber utama (untuk mengembalikan uang mitra),” bebernya.

BERITA REKOMENDASI