Sukoharjo Siap Tambah Sumur Dalam di 167 Desa dan Kelurahan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pemkab Sukoharjo berusaha memperbanyak sumur dalam sebagai sumber penyediaan air bersih warga sekaligus pengairan pertanian di 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan. Sejumlah desa sekarang telah memiliki sumur dalam dibangun dari berbagai sumber dana salah satunya bantuan. Sumur dalam diperbanyak sebagai usaha peningkatan produktivitas padi mengingat Kabupaten Sukoharjo merupakan lumbung pangan nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Sabtu (12/6) mengatakan, sesuai kebijakan Bupati Sukoharjo Etik Suryani terkait upaya peningkatan produktivitas panen padi di Kabupaten Sukoharjo maka perlu langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan sekarang. Salah satunya berkaitan dengan jaminan ketersediaan air sebagai sumber pengairan pertanian. Keberadaan air membuat petani bisa memenuhi target dari Pemkab Sukoharjo tiga kali tanam dan panen padi selama satu tahun. Target tersebut diharapkan bisa berjalan secara bertahap disemua kecamatan dalam waktu dekat.

Langkah strategis penyediaan air untuk pengairan pertanian dilakukan dengan penyediaan sumur dalam. Beberapa desa sekarang sudah memiliki sumur dalam sebagai jaminan bagi petani bisa menanam padi sepanjang tahun.

“Sistem jaringan irigasi sudah ada, sumber penampungan seperti Dam Colo Nguter, waduk dan embung ada. Sumber pengisian air disana mengandalkan hujan dan kondisi cuaca sulit diprediksi. Sumber itu tetap digunakan tapi perlu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas panen padi dengan menyediakan sumur dalam sesuai kebijakan Bupati Sukoharjo Etik Suryani,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo memiliki program kedepan satu desa dan kelurahan minimal memiliki satu sumur dalam. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri tercatat ada 167 desa dan kelurahan dengan rincian 150 desa dan 17 kelurahan tersebar di 12 kecamatan. Penyediaan sumur dalam nantinya akan menggunakan skala prioritas khusus di wilayah pertanian sebagai sumber pangan.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah melakukan pendataan terkait wilayah mana saja yang sudah dan belum memiliki sumur dalam. Data ini akan dijadikan acuan pelaksanaan program kedepan bagi Pemkab Sukoharjo dalam penyediaan sumur dalam.

“Untuk membuat satu sumur dalam butuh biaya cukup besar. Apalagi kondisi sekarang masih pandemi virus Corona dimana anggaran masih diprioritaskan kesana. Pembangunan sumur dalam nantinya bisa dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa karena sudah ada anggaran dana desa atau juga meminta bantuan ke pemerintah pusat dan pihak terkait seperti Bank Indonesia Solo yang telah memberikan sumur dalam bagi petani di Desa Tangkisan dan Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI