Suksesi Mangkunegaran, HPNM Berkirim Surat Kepada GKP Mangkunegoro IX, GRAy Retno Satuti Yamin Suryohadiningrat dan GRAy Retno Rosati Hudiono Kadarisman Notohadiningrat

SOLO, KRJOGJA.com – Himpunan Pewaris Nilai- Nilai Mangkunegaran (HPNM) telah  menyampaikan surat tertulis kepada Gusti Kanjeng Putri (GKP) Mangkunegoro IX, GRAy. Retno Satuti Yamin Suryohadiningrat, serta GRAy. Retno Rosati Hudiono Kadarisman Notohadiningrat. Selain menyampaikan gagasan dan pendapat siapa yang sebaiknya jumeneng sebagai Adipati Mangkunegara X juga ada lima poin yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pewaris tahta Kadipaten Mangkunegaran yaitu: Adipati Mangkunegara haruslah memiliki sikap terbuka terhadap perkembangan milenial; Adipati Mangkunegara haruslah memahami tata nilai dan budaya Jawa, Perjalanan suksesi harus dilakukan dengan mengikuti angger-angger yang berlaku sebagai etika politik Mataram; Kedua pewaris yang ada harus dapat bekerjasama dengan memaksimalkan keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, proses pergantian ini harus didukung oleh segenap kerabat internal Pura Mangkunegaran.

Sekretaris Jendral HPNM, Andhi Wisnu Wicaksono kepada wartawan, Kamis (18/11/2021) mengatakan senada dengan deklarasi Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN) Pareanom tersebut, HPNM juga menggagas bahwa suksesi Pura Mangkunegaran harus berjalan dengan damai dan menghindari perpecahan seperti keadaan yang terjadi pada banyak kraton-kraton di Nusantara. Sejarah suksesi Mangkunegaran sudah terbukti selalu berjalan mulus dan itu mesti dipertahankan dan menjadi contoh baik bagi entitas keraton nusantara lainnya bahkan bagi situasi politik nasional sekalipun.

“HPNM berpendapat pula bahwa sesuai dengan angger-angger yang berlaku di kraton-kraton catur sagotra, bahwa pewaris tahta utama adalah putra dari pemimpin sebelumnya,” papar Sekjen  HPNM, Andhi Wisnu Wicaksono.

Sebagaimana diketahui, KGPAA Mangkunegara IX memiliki dua putra dari dua istri, GPH Paundra Jiwa Suryanegara dari istri pertama (Sukmawati Sukarno) dan GPH Bhre Cakrahutomo dari GKP Prisca Marina yang merupakan permaisuri KGPAA MAngkunegara IX. Dari kedua putra tersebut, HPNM berpendapat bahwa lebih afdol apabila yang tertua (GPH Paundra) yang menduduki kursi adipati dan sang adik (GPH Bhre) mendampingi Paundra sebagai Prangwedana (atau lainnya) sekaligus kelak menjadi calon pengganti apabila GPH Paundra turun tahta.

“Kedua bersaudara ini, dengan perbedaan latar belakang pendidikan dan selisih usia yang cukup panjang justru dapat saling melengkapi satu sama lain. Bekerja bergandeng tangan dengan konsep “loro-loroning atunggal” selayaknya Raja dan Perdana Menteri dalam konsep politik masa kini,” papar Sekjen HPNM.

Ditambahkan Sekjen HPNM, Andhi Wisnu Wicaksono pada hari ke-100 surudnya KGPAA Mangkunegoro IX pada hari Jumat, tanggal 19 November mendatang, HPNM dan HKMN Pareanom tidak terlibat dalam acara yang digelar di istana Pura Mangkunegaran, akan tetapi segenap anggota HPNM dan HKMN Pareanom yang tersebar di Solo Raya, Wonogiri, Karanganyar, Jakarta, Karesidenan Kedu, Banyumas dan kota-kota lain di Jawa dan luar Jawa akan secara serentak Jakarta, Karesidenan Kedu, Banyumas dan kota-kota lain di Jawa dan luar Jawa akan secara serentak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa dari rumah masing-masing.

Semangat mewarisi nilai-nilai Mangkunegaran, lanjut Andhi Wisnu Wicaksono seperti juga ikut memperingati 100 hari ini adalah salah satu ikhtiar kerabat dan pemuda Mangkunegaran dalam mempertahankan jati diri manusia Jawa dan manusia Indonesia. “Dengan demikian jika ada pihak-pihak yang melakukan kegiatan di luar adat peringatan 100 hari surudnya KGPAA Mangkunegoro IX, itu bukanlah kegiatan dari HPNM dan HKMN Pareanom,” tutur Andhi Wisnu Wicaksono.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI