Suksesi Pura Mangkunegaran, Persaingan Paundra dan Bhre Meruncing, Roy Bisa Jadi Jalan Tengah

Memang terkait dengan pergantian kepemimpinan KGPAA Mangkunegara IX masih menjadi teka-teki. Hal ini karena saat Paundrakarna lahir, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, GPH Sudjiwo Kusumo masih berstatus sebagai pangeran. Sementara itu, Bhre Cakrahutomo lahir dari istri berstatus permaisuri atau saat GPH Sudjiwo Kusumo telah menjadi penguasa Istana Pura Mangkunegaran. Peliknya terkait pengganti sosok pimpinan di Pura Mangkunegaran ini menyebabkan hasil akhir siapa yang bakal menjadi Penguasa Pura Mangkunegaran yang didirikan Pangeran Sambernyowo yang dibantu para prajurit setianya yang dikenal sebagai Punggawa Baku akan tergantung pada keputusan keluarga inti.

Keluarga inti di Pura Mangkunegaran atau para sesepuh yang berhak menentukan MN X diantaranya permaisuri Mangkunegara IX, Gusti Kanjeng Putri (GKP) Prisca Marina Yogi Supardi dan dua saudara Mangkunegara IX yakni Bendara Raden Ajeng (BRAj) Retno Satuti Rahadiyan Yamin dan BRAj Retno Rosati Hudiono Kadarisman.

“Tinggal tiga itu. Ibu Satuti sebagai saudara kandung tertua almarhum Mangkunegoro IX dan Ibu Rosati, adiknya, serta permaisuri. Mereka akan bermusyawarah, siapa kira-kira dari tiga kandidat adipati yakni Gusti Paundra, Gusti Bhre dan KRMH Roy Rajasa Yamin yang mendapat wahyu keprabon jadi penguasa Pura Mangkunegaran, ” papar sumber di lingkaran dalam Istana Mangkunegaran namun enggan disebut jati dirinya itu.

BERITA REKOMENDASI