Sukseskan KB, Bantuan Kesehatan Anak Ketiga akan Dicabut

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berniat mencabut bantuan kesehatan kepada anak ketiga dan selebihnya dari sebuah keluarga, sebagai upaya mendorong masyarakat mengikuti program Keluarga Berencana (KB) yang dalam beberapa tahun terakhir mulai melemah. Data kepesertaan KB menunjukkan, dari 71.913 Pasangan Usia Subur (PUS), hingga kini baru 66,83 persen mengikuti menjadi akseptor, sehingga ancaman ledakan penduduk cukup mengkhawatirkan.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan di Loji Gandrung, Jumat (12/5), menyebutkan, pencabutan bantuan kesehatan kepada anak ketiga dan selebihnya, sedikit banyak akan menjadi rambu bagi warga untuk membatasi jumlah anak maksimal dua orang. Hanya saja, pencabutan baru dilaksanakan setelah intensifikasi program KB yang sementara ini baru memasuki tahap sosialisasi, menunjukkan hasil positif.

"Sekarang, program KB digalakkan lagi, diantaranya dengan menetapkan kampung KB di sejumlah kelurahan," ujarnya.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Rudy ini, tak ingin penetapan kampung KB, tak sekadar seremonial, tetapi secara riil memang berjalan sebagaimana mestinya. Keluarga yang memiliki anak dua orang atau terlanjur lebih dari dua, menyetop kelahiran baru, sedangkan keluarga yang kebetulan baru memiliki satu anak, juga membatasi diri maksimal dua anak. Jika upaya tersebut tak berhasil, Rudy menyebut, program kampung KB berada dalam posisi kegagalan.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk Penyuluhan dan Penggerakan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinpermas), Sri Rejeki Ida Susilowati, menambahkan, pihaknya kali ini tengah menggalakkan sosialisasi program KB, di kalangan pedagang pasar tradisional. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dengan sistem jemput bola pada kelompok PUS yang diketahui belum tercatat sebagai akseptor KB. (Hut)

BERITA REKOMENDASI