Sumber Air Mengering, Warga Andalkan Bantuan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Ratusan warga Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo mengandalkan suplai air bersih bantuan pemerintah, untuk mencukupi kebutuhan harian. Sumber-sumber air alami di wilayah tersebut mengering serta sarana pamsimas rusak. 

Wilayah krisis air bersih itu di Rt 07 berisi 40 kepala keluarga (KK), Rt 02 sebanyak 30 KK dan Rt 06 ada 34 KK. Pamsimas yang dibangun pada 2004 lalu, mengalami kendala sejak setahun terakhir sehingga tak lagi bisa diandalkan. Selama itu pula, warga memanfaatkan rembesan air aliran Sungai Cemara yang didapatkan dari lubang galian di tepi sungai.

Lantaran kualitasnya kurang bagus, hanya dimanfaatkan mencuci dan MCK. Sedangkan untuk minum dan memasak,  air yang lebih jernih diambil dari Sendang Mas Dukuh Grenjeng Desa Dayu. Pengambilan air bukan perkara mudah, karena warga harus menempuh jarak sekitar 500 meter dari permukimannya ke sumber air tersebut. Sumber lain berupa sumur juga berjauhan, yakni di Desa Dayu berjarak sekitar 1 kilometer. Adapun sumber air alami di lokasi terdekat telah kering di musim kemarau.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno mengatakan dua truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter dikirim ke lokasi tersebut pada Jumat (2/8). Warga menampungnya di ember dan tangki portabel. BPBD langsung melakukan dropping air bersih begitu mendapat laporan. Suplai berlanjut Senin (5/8) atau selama warga membutuhkan. 
"Tangki airnya dari BPBD dan PUADM Tirta Lawu. Akan kami pantau terus kondisinya, selama pamsimas sedang diperbaiki," katanya, Sabtu (3/8)

Kades Krendowahono Syarif Hidayat mengatakan, sumur dalam pamsimas tertutup lumpur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar sudah mulai membuat sumur dalam, untuk perbaikan akses air bersih. Letaknya 300 meter dari sumur lama yang rusak. 

"Sudah tiga hari terakhir, mulai dikerjakan. Kami juga mengajukan bantuan ke Baznas Karanganyar untuk pembuatan sumur dalam di wilayah RT 6. Agar akses air bersih lebih merata," imbuhnya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI