Tabrakan Karambol Maut, 3 Orang Tewas

SOLO, KRJOGJA.com – Tabrakan karambol maut menewaskan tiga orang dan empat lainnya luka-luka melibatkan sedikitnya delapan kendaraan  terjadi di jalan Sumpah Pemuda, Mojosongo, Solo, Selasa (6/3/2018). Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, namun dari keterangan sejumlah saksi menyebutkan karena diduga truk kontainer nomor polisi B 9269 TO yang dikemudikan oleh Sg mengalami rem blong saat berada di traffic light  Genengan Mojosongo, Jebres, Solo.

"Pengemudi truk berupaya mengerem laju kendaraannya di jalan yang menurun itu, namun  rem nya blong. Sopir  langsung  banting setir ke kanan. Namun malah menghantam  tiga truk nopol H 1545 HM, AB 8011 JC, W 8276 NE, mobil Toyota Avanza AD 8702 SU serta tiga sepeda motor masing masing Honda Scoopy AD 5495 KA, Honda Supra X 125 AE 6647 LS, dan Suzuki Smash SR AD 2380 MZ," ujar beberapa saksi mata.

Sementara Kasat Lantas Polresta Solo Kompol Imam Safei  kepada wartawan, Selasa (6/3/2018) mengatakan nama korban yang tewas tiga orang atas nama Darjo (50) warga Mojosongo, Jebres, Solo,  Ahmad Nur Fawaid (34) warga Ngawi Jawa Timur, dan Sumardi (48) warga Ngemplak Boyolali.

Sementara yang luka-luka bernama Andreas Joko Suwanto (43) asal Banjarsari Solo dan luka berat atas nama Iin Rohimah (17) pelajar asal Jebres Solo. Mereka berdua dalam perawatan di RS Dr. Oen Kandang Sapi.

Sementara, dua sopir truk yang juga jadi korban laka tersebut dirawat di RS Dr. Oen Kandang Sapi bernama Kusnadi (40), warga Kendal Jateng dan Bayu Agung (23) warga Nanggulan Kulon Progo.

Polisi selain disibukkan mengidentifikasi korban juga  disibukkan melakukan pertolongan evakuasi terhadap dua orang korban pengendara sepeda motor Supra 125 bernopol AE 6674 LS yang masih berada di bawah truk Fuso bernomor polisi B 9269 TQ. Evakuasi korban bahkan membutuhkan waktu lebih kurang tiga jam dan harus mendatangkan crane untuk mengangkat truk Fuso.

Dalam kecelakaan maut itu  dua pengendara sepeda motor berada di bawah truk Fuso. Diduga kedua korban tersebut merupakan ayah dan anak. Dua korban tersebut tepatnya berada di bawah roda depan truk. Korban yang merupakan ayah berada di bawah as roda depan, sedangkan sang anak masuk ke selokan yang juga berada di bawah truk.

Saat dievakuasi, korban masih sempat memberikan sinyal bahwa masih hidup. Kemudian, tim penolong langsung memberikan oksigen untuk korban. Sementara sejumlah anggota penolong yang dibantu warga terus berusaha membongkar gorong-gorong untuk menyelamatkan anak korban yang masuk di dalam gorong-gorong. Proses evakuasi ini memakan waktu yang cukup lama.

Sejumlah anggota tim sempat kesulitan membongkar gorong-gorong karena terlalu tebal. Sejumlah alat dikerahkan untuk mempermudah evakuasi. Tetapi, korban yang masuk ke gorong-gorong tidak berhasil diambil. Baru setelah crane datang evakuasi dapat berjalan lancar. Crane kemudian mengangkat truk Fuso dan korban pertama berhasil diangkat keluar. Tetapi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sementara korban yang masuk ke dalam selokan berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah dr Moewardi Solo. Evakuasi ini sendiri berjalan lebih kurang tiga jam.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI