Tagih Dana, Nasabah Geruduk Kospin Syariah Karanganyar

Seorang nasabah asal Tasikmadu, Slamet Widodo mengatakan dana yang disimpannya dalam bentuk deposito Rp 100 juta sedangkan tabungan Rp 55 juta. Dana yang dihimpunnya selama 10 tahun itu baru dua tahun belakangan macet. Pihak manajemen sempat membuka pencairan dana hanya dua bulan pada Agustus-September 2020. Namun pencaira dibatasi hanya 1 persen dari total dana disimpan.

“Praktis hanya bisa saya cairkan Rp 1,5 juta. Sebagian besar uang saya masih ditahan,” katanya.

Para nasabah kecewa dengan sikap manajemen yang seakan lari dari kewajiban. Para penanggungjawab Kospin juga sulit ditemui di rumahnya. Total dana yang tertahan dari puluhan nasabah di cabang Karanganyar Kota ini diperkirakan Rp 30,7 miliar. Ada satu nasabah menyimpan dananya Rp 1,4 miliar.

Isti, nasabah asal Klaten mengaku uang yang disimpannya di Kospin Syariah Karanganyar bukan miliknya sendiri. Sebagian besar uang berkurban titipan jemaahnya.

“Dulunya, sales bermanis bibir. Katanya uang bisa diambil kapan saja, aman dan halal. Makananya terpikat deposito di sini. Saat ini sepertinya saya ditipu. Saya sampai malu dengan Jemaah. Akhirnya dengan uang pribadi, mengembalikan ke mereka Rp20 juta,” katanya.

BERITA REKOMENDASI