Tak Dapat Rekomendasi KAI, Pelebaran Perlintasan Pasar Nongko Kandas

SOLO, KRJOGJA.com – Niat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperlebar pintu perlintasan sebidang Pasar Nongko kandas, menyusul pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak merekomendasikan rencana tersebut. Gagasan memperlebar pintu perlintasan KA itu, sebagai antisipasi ancaman kemacetan lalu lintas terkait pembangunan flyover di perlintasan sebidang Manahan yang dijadwalkan mulai dikerjakan tiga bulan ke depan.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Nur Basuki, Kamis (06/07/2017), mengungkapkan, dari sisi keselamatan lalu lintas, pihak PT KAI menilai kondisi perlintasan sebidang Pasar Nongko dipertahankan seperti saat ini dengan lebar 6 meter. Sedangkan ancaman kemacetan lalu lintas, tidak semata dipengaruhi dengan lebar pintu perlintasan, tetapi juga keberadaan persimpangan jalan raya yang hanya berjarak tak lebih dari 5 meter dari pintu perlintasan KA.

"Ketika flyover Manahan mulai dikerjakan akan terjadi pengalihan arus lalu lintas, yang akhirnya berdampak pada penumpukan kendaraan di kawasan perlintasan sebidang Pasar Nongko." 

Menurut Basuki arus kendaraan baik dari arah Utara maupun Selatan yang semula melewati perlintasan sebidang Manahan, alternatif pengalihan arus terfokus pada perlintasan Pasar Nongko, sehingga beban jalan raya di sekitar semakin tinggi. Terlebih jika pembangunan perlintasan sebidang Purwosari dilaksanakan bersamaan dengan flyover Manahan.

"Beban lalu lintas di dalam kota Solo akan semakin tinggi. Kami menyarankan, pembanguanan flyover Purwosari ditunda dulu, hingga pengerjaan flyover Manahan rampung. Dengan begitu, ancaman kemacetan lalu lintas tidak merambah pada sebagian besar jalan raya di dalam kota." (Hut)

BERITA REKOMENDASI