Tak Menjual Produk Lokal Izin Minimarket Waralaba Distop

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Pemkab Karanganyar mengancam bakal tidak memperpanjang izin operasional usaha minimarket waralaba atau bahkan menutupnya, apabila etalasenya sepi produk UMKM lokal yang dijual. Cara ini untuk memberi kesempatan lebih luas bagi UMKM yang ingin merambah pasar.

“Toko modern yang beroperasi di Karanganyar harus menampung produk UMKM agar berkembang. Jika tidak bersedia (membuka gerai khusus) lebih baik tutup saja dan tidak usah diperpanjang izinnya,” tegas Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (18/9).

Ia menyebut dua perusahaan waralaba mendirikan tokonya di beberapa lokasi di Karanganyar. Label perusahaan tersebut diakrabi masyarakat yang ingin mengonsumsi produk berkualitas yang dijual eceran. Pemkab memiliki regulasi pembatasan pendirian izin usaha toko modern (IUTM), dimana minimarket waralaba hanya diperbolehkan didirikan di Colomadu, Jatendan Karanganyar Kota serta di wilayah perbatasan seperti Gondangrejo. Dalam mengawal perizinan itu, Pemkab melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM meminta pemohon izin menampung produk UMKM seperti makanan olahan dan perabot kerajinan tangan.

Ia tak menampik berbagai persyaratan harus dimiliki produk tersebut agar bisa ditawarkan di toko modern. Misalnya terdaftar di Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) dan menyandang Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT).  

“Jangan bikin asal-asalan. UMKM harus bisa mengambil peluang ini. Tentu saja dengan persiapan yag matang, karena pemerintah sudah memfasilitasi,” ujar bupati.

Kepala Balai Besar POM Semarang Safriansyah mengatakan pangan lokal berpotensi besar menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Dalam hal ini, pemerintah bertugas menjaga kualitas dan keamanannya dengan cara mendaftarkannya di BBPOM. Sehingga, produk tersebut memiliki jaminan mutu, keamanan dan berdaya saing.

“Jangan sampai obat maupun makanan luar yang mendominasi,” tambahnya.

Pemilik makanan olahan berbahan singkong Jalak Towo asal Wonorejo, Jatiyoso, Sudrajad mengatakan 15 jenis makanan olahannya telah teregistrasi PIRT. Kini, tinggal mendaftarkan ke BBPOM untuk lima jenis makanan frosen

. Makanan itu seperti getuk, keripik, singkong keju, donat, brownis, apem tape singkong, cake dan sebagainya.

“Tiap tiga hari sekali kirim ke Bali, di Krisna. Kami juga menjual di beberapa kios di Karanganyar dan sekitarnya. Memang butuh banyak dukungan dari pemerintah,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI