Tambah Relijius, Prosesi Grebeg Maulud Bertepatan Hari Jumat

SOLO, KRJOGJA.com – Puncak acara Sekaten 2017 di Kraton Kasunanan Surakarta digelar Grebeg Maulud ditandai dengan keluarnya dua pasang gunungan Jaler – Estri dikirab dari Kraton Surakarta menuju ke Masjid Agung  Surakarta, Jumat (1/12/2017). Prosesi Grebeg Maulud untuk memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW terasa istimewa dan relijius karena bertepatan dengan hari Jumat kalender Islam 12 Rabiul Awal, warga yang beragama Islam setelah mengirab gunungan kemudian dengan khusuk menjalankan salat Jumat secara berjamaah di Masjid Agung Kraton Surakarta.

Prosesi Grebeg Maulud diawali dengan keluarnya prajurit Sarageni Kraton Surakarta dari kori Sri Manganti. Di belakang prajurit Sarageni yang berkostum merah-merah itu menyusul barisan abdi dalem yang menggotong seperangkat gamelan pusaka Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari peninggalan Paku Buwono IV. Di belakangnya ikut kirab menuju Masjid Agung Kraton Surakarta Sepasang Gunungan Jaler (Laki-Laki) dan Gunungan Estri (Wanita) serta sepasang Gunungan Anakan.

Menurut Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo, salah seorang budayawan dari Kraton Surakarta Gunungan Jaler, berisi berbagai macam hasil bumi sebagai simbol atas hasil bumi yang diperoleh masyarakat, sedangkan Gunungan Estri berisi berbagai macam kue atau jajanan pasar.

Jalannya kirab Gunungan Jaler-Estri dari Kraton Surakarta menuju Masjid Agung terpaksa tersendat karena  ribuan warga Surakarta dan sekitarnya tumplek blek memadati jalan dari Kraton Surakarta hingga Masjid Agung. Mereka ada yang sekadar ingin menonton namun juga banyak yang ingin ngalap berkah dengan mendapatkan sesaji yang terdapat di gunungan.

"Saya datang ke Kraton Surakarta untuk ngalab berkah, karena sesaji di gunungan Grebeg Maulud setelah didoakan bisa untuk tolak balak, mengusir berbagai penyakit, serta kemakmuran di keluarga kami," ujar Partomo (60) yang mengaku warga Sumberlawang, Sragen.

Warga yang menyemut di depan Masjid Agung Kraton Surakarta seakan tidak sabar. Gunungan Tumpeng raksasa yang seharusnya didoakan dulu di Masjid Agung, sebelum sempat doa ada yang memanjat untuk dijadikan rebutan.
Namun untunglah puluhan polisi dari Polsekta Pasar Kliwon yang dipimpin AKP Aditia Mulya Ramdhani SIK sigap menyelamatkan tumpeng dan menyuruh mundur massa. "Nanti kalau sudah di doakan silakan mengambil buah-buahan sesaji di gunungan anakan, tetapi tetap tertib ya," ujar AKP Aditia yang dipatuhi oleh massa yang menjauh dari tumpeng gunungan.

Setelah didoakan oleh ulama kraton kasunanan Surakarta akhirnya gunungan mulai dibagikan kepda warga. Warga yang tidak sabar berusaha memanjat gunungan kemudian melemparkan aneka buah sesaji kepada massa yang berdesak-desakan di bawah gunungan.(Hwa)

 

BERITA REKOMENDASI