Tanah Longsor Bantaran Bengawan Solo di Dalangan Makin Parah

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Sejak tahun 2000 sampai 2017 penanganan tanah longsor di bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari belum tersentuh. Belasan rumah dan tanah pekarangan warga terdampak dan dikhawatirkan bisa hanyut. Perlu tindakan secepatnya dari pemerintah mengatasi masalah dengan membangun talud pengaman.

Kepala Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari Bagiyo Slameto, Rabu (18/10) mengatakan, tanah longsor di bantaran Sungai Bengawan Solo terjadi sudah sangat lama. Tanah longsor setelah hanyut tergerus derasnya arus air Sungai Bengawan Solo.

Hal itu dipicu karena terpengaruh cuaca dengan hujan deras dan berdampak pada naiknya debit air. Longsoran tanah awalnya terjadi kecil dibeberapa titik saja, namun sekarang sudah menyebar.

Dampak dari longsoran di bantaran Sungai Bengawan Solo membuat tanah pekarangan dan rumah warga hanyut. Kondisi tersebut mengakibatkan warga terpaksa mengungsi dan pindah rumah. “Setiap kali musim hujan datang dan arus air deras membuat longsoran tanah semakin banyak. Tanah hanyut dan mengikis pekarangan warga,” ujar Bagiyo Slameto.

Lokasi paling parah terjadi di Dusun Dliyun RW, Bendungan RW 07 dan Tegalsari RW 06 Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Kondisi terakhir jarak antara pekarangan warga dengan bibir sungai tinggal 10 meter. Padahal sebelumnya jaraknya puluhan meter namun sekarang berkurang karena hanyut terbawa derasnya arus air Sungai Bengawan Solo.

Dampak mengkhawatirkan dari kondisi tersebut yakni mengancam jalan penghubung Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari dengan Desa Lengking, Kecamatan Bulu. Pihak desa berharap pemerintah segera turun tangan.

“Warga terdampak jelas rugi karena tanahnya hanyut ke sungai dan mengurangi ukuran. Padahal tanah itu jadi satu satunya harta benda warga,” lanjutnya.

Pihak desa sudah melaporkan kejadian tersebut sejak lama namun belum ada penanganan. Apabila dibiarkan maka semakin banyak tanah pekarangan dan rumah warga hanyut ke Sungai Bengawan Solo.
“Harus ada tindakan nyata dari pemerintah. Minimal membangun tanggul pengaman,” lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Suprapto mengatakan, kewenangan penanganan dengan membangun tanggul menjadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). “Pihak desa dan BPBD Sukoharjo sudah meminta bantuan ke BBWSBS dan menunggu realisasi pembangunan tanggul pengaman,” ujar Suprapto. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI