Tanah Longsor di Karanganyar Paksa 25 Warga Mengungsi

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Longsor skala kecil, sedang dan berat di 83 lokasi di Karanganyar pada Sabtu (05/12/2020) menimbulkan kerugian materi Ro 895 juta. Selain itu, seorang meninggal dunia dan 25 orang mengungsi.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto mengatakan konsentrasi saat ini pada suplai kebutuhan pengungsi di Dusun Sedayu Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu. Para pengungsi dari delapan keluarga itu kini ditampung di rumah para tetangga terdekat. Kebutuhan logistiknya disuplai BPBD selama masa pengungsian.

“Mereka yang mengungsi dari Desa Tengklik, khususnya Dusun Sedayu, Guyon dan Selere. Mereka mengungsi karena rumah tidak lagi layak ditempati dan rawan diterjang longsor susulan. Kondisi rumahnya usai diterjang longsor itu rusak berat dan sedang,” katanya, Kamis (10/12/2020).

Lokasi pasca longsor di tiga dusun itu ditinjau pejabat BPBD Provinsi Jawa Tengah, ESDM dan DPUPR Jawa Tengah pada Minggu (06/12/2020) lalu. Muncul opsi relokasi demi menyelamatkan penduduk setempat.

Selain di Desa Tengklik, konsentrasi penanganan pada longsor di Balai Desa Wonokeling, Jatiyoso. Skalanya rusak berat dengan nilai kerugian Rp59,3 juta. Sundoro mengatakan, dibutuhkan alat berat untuk membersihkan sisa material tebing yang menimpa bangunan kantor.

Dalam peristiwa pada Sabtu kemarin, seorang warga meninggal dunia tertimpa material tebing di rumahnya di Dusun Sedayu Rt01/Rw II Desa Tengklik, Tawangmangu.

“Pemulihannya belum seluruhnya terurai. Di Balai Desa Wonokeling, tidak bisa secara manual. Butuh alat berat. Sedangkan di Tengkik, masih terdapat pengungsi dan rumah yang hancur. Sedang dibahas bagaimana menyikapi adanya hunian di sana,” katanya.

Beberapa faktor memicu longsor di Desa Tengklik. Sundoro mengatakan pepohonan di atas bukit ditebangi, menjadi salah satu penyebabnya.

Sundoro mengatakan, terdata pula kerusakan areal pertanian dalam data kerusakan. Ia mengimbau warga di area rawan longsor susulan supaya segera mengungsi apabila cuaca kurang bersahabat.

“Hujan lebih dari dua jam, segera mengungsi. Terutama di daerah longsor kemarin. Takutnya jika longsor susulan menerjang,” katanya.

Sundoro mengatakan dana suplai logistik ke pengungsi relatif cukup. Sumbernya dana evakuasi di pos anggaran BPBD yang dulunya terkena refocusing Covid-19.

“Setelah dikembalikan dana refocusing ke APBD perubahan, maka disalurkan lagi ke pos anggaran semula. Termasuk pos dana evakuasi. Jumlahnya masih cukup untuk logistik pengungsi,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI