Tangani Kasus Mercy Tabrak Pemotor, Kajari Solo Profesional

SOLO, KRJOGJA.com – Menyusul Tim Kuasa Hukum Korban tabrakan maut Mercy Tabrak pemotor di samping Mapolresta Solo melakukan desakan ke pihak Kajari Solo dan Kapolresta Solo, Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo menyatakan bekerja secara profesional,  tidak akan terpengaruh dari pihak manapun yang  melakukan intervensi. 

"Kami akan bekerja secara profesional dan menerapkan pasal berdasar berkas perkara, bukti, fakta, keterangan saksi hingga saksi ahli, bukan karena didesak pihak lain," ujar  Kepala Kejaksaan (Kajari) Solo Teguh Subroto kepada wartawan, Jumat (31/8/2018).

BACA JUGA :

Psikolog Ikut Periksa Kejiwaan Pengemudi Mercy Tabrak Beat

Begini, Reka Ulang Pengemudi Mercy Tabrak Pengendara Beat Sampai Tewas

Sebelumnya Kajari Solo Teguh Subroto menerima rombongan tujuh pengacara yang dipimpin  Ketua tim kuasa hukum, Sigit N. Sudibyanto.Sigit N. Sudibyanto, menyampaikan, pihaknya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penyidik Polresta Solo agar menerapkan pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Pasal ini ancaman hukumannya bisa hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati tidak sekadar pasal 338 
KUHP yakni pembunuhan biasa yang ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara Kajari Solo  Teguh Subroto menanggapi desakan tim pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mega Bintang itu pihak Kejari Solo menerima dan menanggapi dengan baik surat itu. "Tapi kita perlu menunggu karena sampai hari ini berkas atas nama Iwan Adranacus belum dikirim dari kepolisian. Kemungkinan masing menunggu data-data pendukung untuk menyusun berkas perkara. Nanti kami akan pelajari bagaimana alat-alat bukti yang ada dalam berkas itu," tutur  Kejari Solo. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI