Tanpa Kembang Api, ASN Solo Wajib Kenakan Kastum Unik

SOLO, KRJOGJA.com – Selebrasi malam Tahun Baru di Solo tanpa kembang api dan petasan, sedangkan sebagai penanda pergantian tahun, dibunyikan gamelan lewat alunan gending 3WMP (Waras, Wasis, Wareg, Mapan, dan Papan). Bahkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta undangan di kawasan panggung utama di depan Balaikota, termauk walikota dan wakil walikota, diwajibkan mengenakan kastum unik sesuai daya kreativitas masing-masing.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, peniadaan tradisi kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun, lebih disemangati upaya mengeksplorasi budaya lokal. Bahkan budaya lokal ini diyakini mampu memberi warna kemeriahan malam Tahun Baru lebih dinamis serta membumi.

"Pada malam pergantian tahun 2018 lalu, ditandai dengan pemukulan 70 unit gong yang ditempatkan di sejumlah sudut kota, tahun ini melibatkan perangkat gamelan lengkap, serta eksplorasai busana unik. Penggunaan busana unik, jelas pria yang arab disapa Rudy, juga bermuara pada pengembangan budaya lokal bidang fashion yang sangat berragam."

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Suwoto, menambahkan, kastum unik tak dibatasi pada tema, jenis, ataupun corak tertentu, agar masyarakat lebih leluasa mengembangkan daya krativitas masing-masing-masing. Bisa saja mereka mengacu pada kastum tokoh wayang, misalnya, tokoh kartun, ataupun bentuk kreasi lain yang dinilai unik dan menarik. (Hut)

BERITA REKOMENDASI