Tanpa Tandatangan Tiga Wakil Ketua Dewan, APBD-P Diajukan Kepada Gubernur

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pemkab Sragen tetap mengirimkan APBD-Perubahan 2021 ke Gubernur Jateng untuk dimintakan persetujuan meski 3 Wakil Ketua DPRD enggan tandatangan. Sikap politik 3 unsur pimpinan dewan tersebut dianggap tidak menghalangi sahnya APBD-Perubahan yang telah ditetapkan dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto Jumat (01/10/2021) mengatakan, dokumen APBD-P sudah dikirim ke Gubernur setelah rapat paripurna digelar Rabu lalu. Pengiriman dilakukan setelah mendapat tandatangan elektronik (TTE) dari Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Meskipun tiga wakil Ketua DPRD enggan tandatangan, pihaknya memutuskan tetap mengajukan ke Gubernur tanpa harus menunggu tandatangan ketiganya.

“Sudah dikirim ke Gubernur sore (Rabu) itu juga. Begitu Bupati tandatangan elektronik (TTE), kita langsung kirim ke Semarang. Nggak perlu kita beritahukan lagi dan menunggu tanda tangan mereka (3 Wakil ketua DPRD) lagi. Mereka sudah menyatakan menolak tandatangan dan disampaikan di hadapan forum,” ujar sekda.

Tatag mengatakan Pemkab tidak lagi mengejar tanda tangan ketiga wakil Ketua DPRD karena tanpa tandatangan ketiganya, APBD-P pun tetap sah. Hanya saja, ia menyayangkan sikap ketiga wakil ketua yang tidak mau tanda tangan padahal hadir di paripurna dan menyaksikan penandatanganan APBD-P oleh Ketua DPRD.

Terlebih dalam forum paripurna, hadir wakil bupati (Wabup) Suroto, yang merupakan representasi bupati yang berhalangan karena ada kepentingan zoom meeting dengan Presiden. “Mereka (tiga wakil ketua dewan) kan hadir di forum itu, ikut menyaksikan, kenapa harus menolak. Apalagi ketidakhadiran bupati sudah diwakili Wabup. Sebenarnya bupati kan tamu, penyelenggara paripurnanya DPRD. Berarti mereka tidak menghormati wabup yang sudah hadir,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sragen, Suparno mengatakan pengiriman APBD-P ke Gubernur sudah menjadi kewenangan eksekutif. Setelah insiden boikot tanda tangan oleh ketiga wakilnya, ia mengaku sudah menyerahkan ke eksekutif. Dirinya juga tidak mengetahui dan tidak dikabari lagi setelah bupati membubuhkan TTE. “Yang mengirimkan ke Gubernur itu eksekutif. Kami tidak dikabari lagi apakah tiga wakil ketua akhirnya sudah tanda tangan atau belum,” ujarnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI