Target PBB Wonogiri Naik 63 Persen

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI (KRjogja.com) – Kalangan warga wajib pajak atau WB pajak bumi dan bangunan (PBB) di daerah Wonogiri mengaku kaget lantaran terjadi kenaikan pajak tersebut. Di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit ini, kenaikan PBB yang kisarannya antara 40-50 persen ketimbang pajak bumi dan bangunan tahun 2017 lalu dinilai cukup berat.

"Kami sudah berupaya mencari tahu mengapa PBB tahun ini naik tapi katanya karena klasifikasi juga mengalami kenaikan," kata wajib pajak PBB asal Baturetno Wonogiri, Muji, kepada KR, Jumat (30/3).

Kabid Pendaftaran dan Penetapan Pajak BPKD Wonogiri, Surip Suprapto SSos MM, yang dikonfirmasi wartawan mengakui tahun ini PBB di daerahnya naik karena dipicu kenaikan klasifikasi sehingga pajak yang dibayar para WP PBB meningkat. "PBB Perkotaan naik satu tingkat sedangkan PBB Pedesaan naik dua tingkat," ujarnya kepada KR.

Menurut dia, tahun 2017 total pemasukan PBB Perkotaan dan Pedesaan Kabupaten Wonogiri sekitar Rp 13,5 miliar. "Tahun ini ditargetkan naik sekitar Rp 8,7 miliar atau menjadi Rp 22,1 miliar lebih," tandas Surip. 

Diakui, kenaikan sekitar  63 persen itu karena taksiran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB di daerah itu ingin mengikuti pasaran harga tanah saat ini. Meski begitu, lanjut Kabid Penetapan dan Pendaftaran Pajak BPKD Wonogiri, NJOP yang dia susun berdasarkan SK Bupati Wonogiri Nomor 513/Tahun 2013 masih jauh lebih murah dari harga di pasaran. Dicontohkan Surip, NJOP tertinggi di daerah Wonogiri adalah sepanjang jalan raya Wonogiri-Solo tepatnya ruas Pasar Kota Wonogiri sebesar Rp 950.000 permeter persegi.

"Padahal harga tanah di depan pasar kota itu saat ini sudah mencapai sekitar Rp 4-5 juta permeter," tandas Surip seraya menambahkan jumlah WP PBB di Kabupaten Wonogiri ada 540.575 orang. (Dsh)

 

 

BERITA REKOMENDASI