Tatanan Normal Baru Makin Sulit Bagi Santri

Editor: Ivan Aditya

Adapun aktivitas di ponpes lebih diatur lagi. Seperti larangan bersalaman dengan ustaz maupun teman, menjaga jarak, larangan meminjampakaikan barang pribadi, hingga larangan wali santri menjenguk

Wiharso mengatakan santri juga diminta mengurus surat keterangan dari kelurahan/pemerintah desa. Sementara itu terkait sertifikat pendidikan kesetaraan bagi santri, hal itu juga belum diputuskan teknis pengurusannya.

Idealnya, santri mengikuti program kejar paket agar memiliki ijazah yang diterbitkan dinas pendidikan atau ujian penyetaraan yang direkomendasi Kemenag. Sejauh ini manajemen Ponpes belum satupun melaporkan ke kemanag terkait aktivitasnya di tatanan normal baru.

“Mungkin di tataran teknis di lapangan cukup rumit, dan perlu pendisiplinan yang tinggi. Bagi yang santrinya relatif sedikit tidak banyak kendala, tapi kalau santrinya relatif banyak akan jadi persoalan terkait sarpras dan cost-nya,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI