Tebing Longsor, 9 Jiwa Mengungsi

 

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Sedikitnya sembilan jiwa dari tiga keluarga dievakuasi dari rumah-rumahnya di Dusun Dederan Rt 02/Rw V Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso, Senin (23/12). Alur longsor tebing yang menjalar ke rumah-rumah tersebut mulai merusak bangunannya.

Di rumah Nur Muhamad Kholif (39), bangunan dapur mengalami rusak parah. Dinding dan atapnya ambrol akibat tanah ambles. Saat kejadian sekitar pukul 05.00 WIB, korban sedang beraktivitas seperti biasa.

“Sedang membuat kopi. Tapi tiba-tiba lantainya bergerak-gerak. Di belakang rumah terdengar suara gemuruh. Ternyata dapur ambruk,” katanya kepada wartawan di lokasi, Senin siang.

Lantaran panik, ia berlari ke luar rumah. Di sana, ia melihat tebing belakang rumah longsor. Selain itu, ia melihat rumah tetangga tak lagi utuh. Bersama tiga anggota keluarganya, mereka bergegas berkemas kemudian mengungsi. Ia tak mau longsor susulan mencelakai dirinya dan keluarga jika bersikeras bertahan di rumahnya itu.  

Salah satu warga terdampak lainnya, Warso (42) mengatakan terpaksa mengungsi sementara akibat kejadian tersebut. Di rumah Warso terhitung terdapat lima anggota keluarga yang harus pindah sementara waktu untuk menghindari potensi longsor susulan.

“Saat kejadian saya mau ambil air wudhu, tiba-tiba ada suara seperti retakan. Saya lihat pohon sebelah rumah sudah gerak karena longsor. Sekarang kami sekeluarga harus mengungsi ke rumah warga lain yang lebih aman,” ungkap dia.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko mengatakan sedikitnya sembilan jiwa diungsikan dari tiga rumah terdampak longsor. Selain dua keluarga itu yang diungsikan, terdapat satu lagi seorang wanita lanjut usia bernama Haryatmi (72).

“Diungsikan ke rumah tetangga yang aman dari alur longsor tebing. Sambil kita mengamati pergerakan tanah. Dibentuk posko untuk keperluan itu,” katanya.

Bambang menjelaskan pihaknya membentuk posko pantauan kondisi tanah yang bergerak. Selain itu, pihaknya akan mencukupi kebutuhan logistik warga terdampak yang diungsikan. Pemenuhan kebutuhan dasar menurutnya tidak hanya berasal dari BPBD Karanganyar, Baznas, PMI Karanganyar, dan Dinas Sosial Karanganyar, namun juga bisa dari dermawan.

“Kami juga berharap setelah kondisi dinyatakan aman warga bisa bekerjabakti untuk memulihkan dengan salah satunya reboisasi,” papar dia.

Sementara itu dalam keterangannya, longsor tebing meluruhkan material tanah dan batu berukuran lebar 50 meter dan tinggi 200 meter di dusun tersebut. Jarak antarumah terdampak sekitar 3 meter sedangkan dari bibir tebing kurang dari 10 meter. Tersisa pepohonan ambrik di dasar tebing. (Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI