Telan Korban Meninggal, Kasus DB di Wonogiri Perlu Diwaspadai

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Kasus demam berdarah dengeu (DBD) saat ini kembali marak di daerah Kabupaten Wonogiri. Di awal 2018 ini salah seorang penderita warga Bulusari Bulusulur Kecamatan/Kabupaten Wonogiri meninggal dunia akibat penyakit yang disebarkan nyamuk aides agepty tersebut.

Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri dibantu petugas Puskesmas Wonogiri l Bantarangin, Jumat (12/1/2017), melakukan fogging atau pengasapan (penyemprotan) di kawasan Bulusari tepatnya RT 02/RW 04 yakni alamat rumah korban Eko (42), anggota Polres Wonogiri yang baru-baru ini tewas setelah terjangkit DB.

Kepala Puskesmas Wonogiri l Bantarangin dr Pithut Haryanto dan Kepala Desa Bulusulur Dwi Prasetyo ST yang ditemui KR di lokasi fogging menyebutkan, kegiatan ini (fogging) sebagai upaya antisipasi agar kasus DB tidak berkembang lebih luas.

"Kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) sebetulnya sudah kita galakkan di sini namun ternyata masih ada kasus (DB) meninggal," papar Dwi.

Kepala DKK Wonogiri dr Adhidarma yang dikonfirmasi mengakui, awal musim penghujan perlu diwaspadai sebagai siklus berkembangnya DB. Menurut dia, masyarakat di wilayah  endemis  DB diimbau agar terus melakukan gerakan PSN dan kebersihan lingkungan.

"Kami sudah membuat surat edaran kepada para kepala Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk membuat laporan secara rutin terkait DB ini, sehingga jika ada suspect bisa diambil tindakan secepatnya," kata dia.(Dsh)

 

BERITA REKOMENDASI