Telan Rp 2,5 M, Rekanan Diminta Rampungkan Pembangunan Gedung BPBD

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –  Pat Sarana Mukti selaku rekanan pembangunan markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar didesak merampungkan proyek senilai Rp 2,5 miliar. Sebab, dibutuhkan ekstra waktu hingga akhir tahun dapat dimanfaatkan mengevaluasi proyek tersebut. 

"Saya minta bulan November bisa selesai sesuai dengan kontrak yang sudah ditandatangani. Pemerintah memberi toleransi 15 hari kemudian (dari batas akhir proyek 30 Nopember 2018) dengan denda. Namun saya berharap tidak molor,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi di hadapan rekanan pada groudbreaking proyek tersebut di Dusun Krakal, Kelurahan Jongke, Minggu (10/06/20189).

Pemkab, kata Samsi menjamin lokasi proyek aman dari hambatan lalu lintas maupun premanisme, dengan menerjunkan aparat satpol PP yang berpatroli. Ini supaya target penyelesaian tercapai.  "Kalau ada yang mengusik, laporkan ke saya. Sepanjang administrasi betul dan sesuai, saya akan terus mendukung," paparnya.

Menurut Samsi selama ini Pemkab Karanganyar hafal betul tabiat rekanan. Biasanya, mereka bersemangat pada awal-awal pekerjaan. Namun di akhir-akhir pekerjaan atau batas waktu baru kebingungan mencari karyawan sebanyak-banyaknya untuk menyelesaikan proyek. "Jika anda cari pekerja bulan November, biaya akan mahal. Mending cari sekarang dan diselesaikan dengan segera,” imbuhnya

Sementara Kepala Pelaksana Harian BPBD Bambang Djatmiko mengapresiasi keseriusan pemerintah memberikan fasilitas para sukarelawan yang dinaungi BPBD. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI