Tembus 130.484 UMKM, Tinggi Minat Dapat Bantuan Modal Usaha Pusat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Jumlah pendaftar program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) tahap 2 dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,4 juta tembus 130.484 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sukoharjo. Pendaftar diperkirakan masih akan terus naik mengingat banyak pelaku UMKM di Sukoharjo membutuhkan bantuan selama pandemi virus corona. Proses sekarang sedang dilakukan verifikasi data dari pemerintah pusat untuk mengetahui kelayakan penerima bantuan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Jumat (6/11), mengatakan, ada sebanyak 130.484 pelaku UMKM di Sukoharjo bergerak diberbagai bidang usaha sudah mendaftarkan diri dalam program BPUM tahap 2 dari pemerintah pusat. Para pelaku usaha tersebut membutuhkan bantuan modal usaha yang disediakan pemerintah pusat sebesar Rp 2,4 juta.

Sebanyak 130.484 pelaku UMKM di Sukoharjo tersebut telah diajukan semua ke pemerintah pusat. Tahapan sekarang sedang dilakukan proses verifikasi data oleh pemerintah pusat. Verifikasi penting dilakukan untuk mengetahui kelayakan pelaku UMKM di Sukoharjo menerima bantuan.

“Data pendaftar sudah dikirim dan sekarang sedang dilakukan verifikasi data langsung ditangani pemerintah pusat. Data sekarang ada 130.484 pelaku UMKM mendaftar BPUM tahap 2,” ujarnya.

Jumlah pelaku UMKM di Sukoharjo yang mendaftarkan diri dalam program BPUM tahap 2 sangat banyak. Sebab angkanya tembus diatas 100 ribu pelaku UMKM. Padahal dikatakan Sutarmo pada tahap 1 lalu hanya sekitar 90 ribu pelaku UMKM saja.

“Tingginya pelaku UMKM mendaftar menunjukan besarnya kebutuhan mendapatkan bantuan modal usaha. Terkait keputusan siapa yang menerima bantuan itu menjadi kewenangan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Sutarmo menambahkan, antusias pelaku UMKM mendaftar untuk mendapat bantuan modal dalam program BPUM tahap 2 dari pemerintah pusat sangat besar. Sebab banyak pelaku UMKM di Sukoharjo sekarang sangat membutuhkan bantuan modal usaha ditengah pandemi virus corona.

BERITA REKOMENDASI