Tempat Isolasi Terpusat Dorong Kesembuhan Pasien

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Warga yang menjalani isolasi terpusat (isoter) di Gedung Wanita Karanganyar semakin berkurang. Dari 14 warga yang menjalani isolasi, 4 orang dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang. Dengan demikian, maka saat ini tinggal 10 warga yang menjalani isoter sambil menunggu pemulihan kesehatan.

Kepala pelaksana harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Bagus Darmadi, Jumat (13/08/2021) mengakui warga yang menjalani isoter bertambah. Hanya saja, menurut Bagus penambahan tidak terlalu banyak menyusul semakin turunnya angka kasus Covid-19 di Karanganyar.

Dijelaskannya, salah satu faktor menurunnya kasus covid-19 di Karanganyar, karena tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi. Selain itu proses vaksinasi yang gencar dilakukan serta edukasi terus menerus yang dilakukan oleh Tim Satgas penanggunlangan Covid-19. “Penambahan tidak banyak karena kasus mulai berkurang,” ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini masih banyak warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Untuk itu pihaknya tetap menyarankan agar melakukan isoter di gedung wanita.

“Kita tetap mengimbau agar melakukan isoter. Selama menjalani isoter, perkembangan kesehatan mereka tetap terpantau dan seluruh kebutuhan mereka kita cukupi. Dengan isoter proses pemulihan akan lebih cepat,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Satgas Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan persiapan untuk membuat gedung isolasi terpusat di Kecamatan Kerjo masih dalam proses. Dibuatnya isoter di Kecamatan Kerjo untuk memudahkan pasien terpapar Covid-19 di wilayah setempat karena lokasinya yang terlalu jauh di BLK Karangpandan dan Gedung Wanita di Karanganyar Kota.

Selain itu, prioritas untuk pembuatan tempat isoter di wilayah tersebut lantaran tingkat warga positif Covid-19 yang termasuk tinggi. “Pertimbangannya karena kalau ditarik ke Karanganyar kota itu terlalu jauh. Makanya kami berupaya untuk mendekatkan tempat isoternya. Di sana positive ratenya juga tinggi. Itu pertimbangannya,” jelas dia. (Lim)

BERITA REKOMENDASI