Temuan Covid-19 di Sukoharjo Turun

Editor: KRjogja/Gus

Penerapan PPKM yang baru berakhir pada 22 Februari mendatang diharapkan berperan besar dalam menekan kasus positif virus corona. Sebab protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat disetiap tempat. Pelaku pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas berupa sidang ditempat dan membayar denda Rp 50.000 per orang dan berlaku kelipatannya apabila kembali tertangkap melanggar aturan.

“Evaluasi PPKM masih terus dilakukan. Selama penerapan PPKM protokol kesehatan diterapkan secara ketat dan masyarakat melaksanakannya seperti memakai masker sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona,” lanjutnya.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo per 12 Februari 2021 diketahui akumulasi kasus positif virus corona di Sukoharjo sebanyak 4.343 kasus. Rinciannya, 203 kasus isolasi mandiri, 193 kasus rawat inap, 3.652 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri, 295 kasus meninggal dunia.

Sesuai data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo tersebut diketahui ada 396 kasus positif virus corona aktif yang tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kartasura 85 orang, Baki 35 orang, Grogol 32 orang, Mojolaban 27 orang, Sukoharjo 91 orang, Bendosari 38 orang, Polokarto 15 orang, Nguter 14 orang, Tawangsari 12 orang, Bulu sembilan orang, Weru 27 orang, dan Gatak enam orang.

BERITA REKOMENDASI