Terakumulasi 8.440 Kasus, Gugus Tugas Catat 557 Kasus Meninggal Dunia

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJOGJA.com– Kasus positif virus Corona terus naik. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat per 10 Juli 2021 terakumulasi 8.440 kasus. Sebanyak 557 kasus diantaranya meninggal dunia dan 685 kasus positif virus Corona aktif.
Upaya menekan kasus terus dilakukan seperti pemberlakukan Peningkatan Kedisiplinan Dan Pengetatan Protokol Kesehatan Melalui Gerakan Sukoharjo Di Rumah Saja Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Minggu (11/7/2021) mengatakan, akumulasi kasus positif virus Corona per 10 Juli 2021 diketahui 8.440 kasus. Rinciannya, 567 kasus isolasi mandiri, 118 kasus rawat inap, 7.198 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 557 kasus meninggal dunia. Dari data tersebut diketahui ada 685 kasus positif virus Corona aktif tersebar disejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat data terus menunjukan pergerakan kenaikan. Selain kasus positif virus Corona aktif, juga ditemukan pada kasus meninggal dunia.

Akumulasi kasus meninggal dunia per 10 Juli 2021 diketahui sebanyak 557 kasus. Rinciannya, kasus meninggal dunia terbanyak di Kecamatan Kartasura 86 kasus, Kecamatan Mojolaban 77 kasus, Kecamatan Sukoharjo 73 kasus, Kecamatan Grogol 59 kasus, Kecamatan Baki 54 kasus, Kecamatan Polokarto 55 kasus, Kecamatan Nguter 38 kasus, Kecamatan Bendosari 29 kasus, Kecamatan Weru 30 kasus, Kecamatan Tawangsari 28 kasus, Kecamatan Bulu 21 kasus dan Kecamatan Gatak 7 kasus.

Kasus meninggal dunia tersebut ditemukan disemua kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk tetap memperketat penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat untuk data kontak erat terakumulasi 17.066 kasus. Rinciannya, 114 kasus baru dan 16.922 kasus lama. Data juga diketahui ada 2.137 kasus isolasi mandiri dan 14.929 kasus selesai pemantauan. Sedangkan data suspek terakumulasi 1.010 kasus. Rinciannya, 15 kasus isolasi mandiri, 190 kasus rawat inap, 778 kasus selesai pemantauan, 27 kasus meninggal dunia dan 770 kasus swab negatif.

Yunia menambahkan, data pengambilan sampel kasus virus Corona per 10 Juli 2021 diketahui, jumlah spesimen 70.252, jumlah spesimen sudah diperiksa 38.992, jumlah spesimen hasil negatif 26.690, jumlah spesimen hasil positif 12.236, jumlah spesimen belum diperiksa 31.260, jumlah spesimen dalam proses 3, jumlah spesimen hasil inkonklusif 62, jumlah spesimen hasil invalid 1.

“Pandemi virus Corona masih ada. Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Sukoharjo terbaru kebijakan pemberlakukan Peningkatan Kedisiplinan Dan Pengetatan Protokol Kesehatan Melalui Gerakan Sukoharjo Di Rumah Saja Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400/2124/2021 tertanggal 9 Juli 2021 tentang Peningkatan Kedisiplinan Dan Pengetatan Protokol Kesehatan Melalui Gerakan Sukoharjo Di Rumah Saja Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona. Gerakan Sukoharjo di Rumah Saja dilaksanakan secara serentak pada Sabtu dan Minggu (10-11/7) dan Sabtu dan Minggu (17-18/7).

Etik Suryani, mengatakan, SE dikeluarkan menindaklanjuti Instruksi Bupati Sukoharjo Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Darurat Virus Corona sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Instruksi Bupati Sukoharjo Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Instruksi Bupati Sukoharjo Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Virus Corona dalam rangka percepatan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

SE dikeluarkan memuat lima hal penting, Pertama, Gerakan Sukoharjo di Rumah Saja dilaksanakan secara serentak pada Sabtu dan Minggu (10-11/7/2021) dan Sabtu dan Minggu (17-18/7/2021) dengan cara masyarakat Sukoharjo tinggal di rumah atau kediaman atau tempat tinggal dan tidak melakukan aktifitas di luar rumah atau kediaman atau tempat tinggal masing-masing.

Kedua, Gerakan Sukoharjo di Rumah Saja dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat kecuali untuk yang terkait dengan sektor-sektor kesehatan, keamanan, dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan, minuman, serta penunjangnya termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan, pupuk, Petrokimia, semen, bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar seperti listrik, air dan sampah.

Ketiga, kepada kepala dinas, badan, kantor, bagian, camat, kepala  desa, lurah, instansi vertikal di daerah, BUMN, BUMD, TNI dan Polri di Kabupaten Sukoharjo untuk melakukan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan Gerakan Sukoharjo di Rumah Saja kepada karyawan di lingkungan tempat kerjanya dan warga masyarakat. Apabila terdapat pelanggaran maka dilakukan pemberian sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Keempat, untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaannya, camat, kepala desa dan lurah agar berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi terkait vertikal, asosiasi usaha, BUMN, BUMD dan pihak terkait lainnya.

Kelima, kepala Komandan Komando Distrik Militer 0726 Sukoharjo dan Kepala Kepolisian Resor Sukoharjo untuk mendukung pelaksanaan peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan pada pelaksanaan Gerakan Sukoharjo di Rumah Saja sesuai kewenangan sampai level terbawah. (Mam) 

BERITA REKOMENDASI