Terbukti Korupsi, Dua Mantan Direktur Bank Dijatuhi Vonis 6 Tahun Penjara

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dua mantan Direktur PD BKK Karanganyar Manis Subakir dan Sutanto divonis penjara enam tahun oleh majelis hakim di pengadilan tipikor Semarang. Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU 7 tahun dan enam bulan penjara.

Dalam amar putusannya pada Senin (25/7), majelis hakim yang dipimpin oleh N.G.R Rajendra menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Hal ini sebagaimana yang diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Menyikapi putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Kajari Karanganyar Mulyadi Sajaen melalui Kasi Pidsus Tubagus Gilang Hidayatullah, menyatakan JPU masih pikir-pikir. Kedua terdakwa juga menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. JPU mengaku kecewa vonisnya lebih ringan dibanding tuntutannya. Sehingga, mempertimbangkan apakah mengambil banding.

“Akan kami konsultasikan dulu ke pak Kajari bagaimana sebaiknya. Apakah banding ataukah menerima putusan majelis hakim. Dari pihak terdakwa juga pikir-pikir,” katanya kepada wartawan di Karanganyar, Selasa (26/7).

Dua mantan direktur PD BKK Karanganyar Manis Subakir dan Sutanto ditahan atas kasus dugaan korupsi kredit macet senilai Rp3,89 miliar pada Kamis (3/2). Penyidikannya dimulai usai keduanya menyelesaikan vonis atas kasus penggelapan mobil rental pada 2016 silam. Vonisnya 1 tahun lebih.

Sedangkan pada kasus korupsi penyaluran kredit, keduanya menyalahgunakan wewenangnya. Para peminjam tak lain adalah istri dan keluarganya sendiri serta karyawan. Total terdapat 27 nama peminjam dana. Para terdakwa mendapatkan keuntungan dari memberi kemudahan secara tidak prosedural. Angsurannya yang tidak lancar juga seakan dimaafkan. Berdasarkan perhitungan BPKP, perbuatan dua tersangka mengakibatkan kerugian negara Rp3.892.170.000. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI