Terjadi Lonjakan Kasus, Sragen Zona Kuning Corona

Editor: KRjogja/Gus

Khusus untuk Pasar Gemolong yang ditutup karena adanya pedagang yang positif, Dedy menyampaikan sejauh ini belum dinyatakan sebagai klaster Pasar Gemolong. “Pasar Gemolong belum menjadi klaster. Kami antisipasi supaya Gemolong tak jadi klaster dengan penutupan selama lima hari. Semua kontak erat diperiksa swab test langsung,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen dr Hargiyanto, menyampaikan dari hasil pengembangan 12 kasus baru yang muncul, ada 90 orang yang langsung dites swab. Hargiyanto menunggu hasil swab test 90 orang itu dan berharap tidak ada tambahan kasus baru. “Kasus pedagang Pasar Gemolong yang positif itu kemudian di-tracing. Tidak semua pedagang di-tracing tetapi hanya yang pernah kontak erat dengan pedagang yang positif. Ketika sudah berkomunikasi langsung selama 15 menit saja sudah masuk dalam kontak erat,” terang Hargiyanto.

Sampai saat ini secara kumulatif ada 68 kasus positif Covid-19 di Sragen yang diklaim sebagai wilayah zona kuning Covid-19. “Sekarang jumlah kasusnya 68 kasus, yakni 19 orang dirawat, 48 orang sembuh, dan satu orang meninggal dunia,” tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI