Terjaring Sat Pol PP, Dua Siswa Terancam DO

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Satpol PP Kabupaten Karanganyar kembali merazia pelajar pembolos sekolah dari sejumlah tempat nongkrongnya, Senin (19/09/2016). Dua orang terancam dikeluarkan (dropout) dari sekolahnya akibat terlalu sering meninggalkan pelajaran tanpa keterangan.

Para pelajar ini dikukut saat sedang asyik bermain play station (PS) di wilayah Tasikmadu dan sedang nongkrong di Taman Pancasila. Total terdapat tujuh pelajar asal tiga sekolah kejuruan tertangkap razia wilayah kota ini.

Di kantor Satpol PP, para pelajar tersebut dihukum hormat bendera sambil menunggu petugas rampung mengetik surat pernyataan yang akan ditandatanganinya. Isi surat tersebut data diri pelajar, kronologis penangkapan dan persetujuan tidak akan mengulang perbuatan membolos sekolah.

Satpol PP meminta guru kesiswawaan di tiga sekolah itu hadir menyaksikan pemeriksaan terhadap pelajar kelas XI dan XII itu. Belakangan diketahui, dua siswa asal salah satu sekolah menengah kejuruan terancam dikeluarkan.

“Dua anak ini memang proses DO. Sudah dua mingguan tidak masuk sekolah tanpa keterangan,” kata seorang guru kesiswaan sekolah itu yang mendampingi tiga siswanya di ruang penyidikan kantor Satpol.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Kantor Satpol PP, Joko Purwanto mengatakan selain mengamankan para pelajar, dua wanita nakal juga ikut ikut diciduk di wilayah Plampang, Jumantono. “Razia ini merupakan kegiatan rutin untuk menciptakan kondusivitas. Termasuk memberi efek jera bagi pembolos sekolah, memberantas premanisme dan membersihkan praktik pelacuran,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI