Terkena Proyek RSUD Semanggi, 19 Warga Bersedia Kosongkan Lahan

SOLO, KRJOGJA.com – Sebanyak 19 warga RT 3 RW 7 Semanggi, akhirnya bersedia mengosongkan tanah negara Hak Pakai Nomor 54 atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang hendak dimanfaatkan untuk Rumah sakit Uum Daerah (RSUD) Semanggi dengan kompensasi berupa bantuan uang bongkar dan pindah. Namun mereka meminta untuk dilibatkan sebagai pekerja, baik selama proses pembangunan maupun setelah RSUD Semanggi beroperasi.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK), Siti Wahyuningsihusai pertemuan negosiasi dengan warga terdampak pembangunan RSUD, di Balaikota, Jumat (6/10), mengungkapkan, proses pengosongan lahan semaula memang cukup alot. "Selama empat kali negosiasi dilakukan, selalu menemui jalan buntu, tapi dalam pertemuan ke lima ini, semua sudah clear" ujarnya sambil menyebut, dengan begitu proses pembangunan RSUD dapat segera dilaksanakan pertengahan bulan ini.

Tanah hak pakai yang dipergunakan warga untuk hunian ataupun tempat usaha, menurut Wahyuningsih, sebenarnya tidak terlalu lebar. Hanya saja, karena total luas tanah tersebut hanya sekitar 9.800 meter persegi, sementara kebutuhan ideal luas lahan RSUD sekitar dua hektare, sehingga tanah yang semula dihuni warga mesti dikosongkan. 

Dia menjelaskan besaran bantuan uang bongkar dan pindah, ditetapkan sebesar Rp 13 juta untuk lahan yang dipergunakan untuk usaha, serta antara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta untuk lahan yang hanya dimanfaatkan untuk hunian. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga memfasilitasi hunian untuk berpindah di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Putri Cempo.

"Untuk tempat usaha ditunjuk beberapa shelter Pedagang Kaki Lima (PKL). Meski begitu, pilihan terakhir diserahkan kepada masing-masing warga untuk memanfaatkan fasilitasi tersebut atau mencari hunian ataupun tempat usaha baru di lokasi lain." (Hut)

BERITA REKOMENDASI