Terkendala Aset Desa, Nasib Pasar Papahan Memprihatinkan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Rencana perbaikan Pasar Desa Papahan, Tasikmadu tanpa kejelasan. Aset milik Pemerintah Desa Papahan itu tak laku diusulkan perbaikannya ke pemerintah pusat. Selain itu, bukan prioritas program Pemkab Karanganyar.

“Dari semula mau digarap 2019, mundur lagi. Soalnya, bukan prioritas program. Prioritasnya bergeser membangun Masjid Agung Karanganyar. Katanya mau diusulkan untuk perbaikan Pasar Papahan di 2020,” kata Kepala Desa Papahan, Marzuki Sugio, Minggu (30/12).

Pasar Papahan merupakan pasar tradisional milik Pemdes Papahan. Di atas lahan berukuran 6 ribu hektare itu, berdiri 75 kios dan 160 los. Namun, kurang dari separuhnya yang dipakai jualan. Para pedagang memilih lokasi paling luar berbatas jalan raya dan di bagian tengah. Pantauan KR

, mayoritas bangunan di dalam pasar berubah fungsi untuk hunian. Suasana suram dan kumuh terlihat di seluruh tempat jual beli. Tak sedikit bangunannya melapuk dengan cat mengelupas.

“Pasar Papahan itu berada di lokasi strategis. Pusat kota. Karena aset desa, maka pembangunannya tidak bisa oleh Pemkab, Pemprov maupun Pemerintah Pusat. Mustahil kalau desa membiayai sendiri,” katanya.

Pihaknya pernah mengusulkan Detail Engineering Design (DED) ke Pemkab dengan nilai revitalisasi Rp 15 miliar. Disertakan pula tiga opsi pembiayaan, yakni hibah uang pembangunan, pelepasan aset dengan sistem tukar guling serta meminta bantuan pemerintah pusat melalui Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. 

Menurutnya, Pemdes akan lebih leluasa membangunnya apabila diberi hibah uang pembangunan pasar. Ia juga tak menolak melepas aset itu menjadi milik Pemkab Karanganyar, asalkan diganti senilai. Nantinya, status kepemilikan Pemkab atas Pasar Papahan mempermudah mekanisme pembiayaan. Sedangkan untuk opsi bantuan pusat, ia kurang optimis karena selalu ditolak. (Lim)

BERITA REKOMENDASI