Terlibat Kejahatan Seksual Anak, Wonogiri Bakal Cabut Izin Hotel dan Karaoke

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Kalangan pemilik karoke, hotel atau penginapan maupun resto di daerah Wonogiri terancam dicabut ijin operasional mereka jika kedapatan terlibat penyalahgunaan ijin usaha. Mereka diminta ikut menekan angka kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak yang beberapa waktu lalu cukup tinggi di kabupaten itu dan mayoritas terjadi di hotel penginapan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mewakili Bupati Wonogiri usai membuka deklarasi bersama pelaku pariwisata Kabupaten Wonogiri di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (31/5/2021). Disebutkan, tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang banyak terjadi di hotel atau penginapan perlu disikapi dengan komitmen bersama antara pengelola dan masyarakat. “Pemkab Wonogiri mengapresiasi deklarasi ini para pengusaha sektor pariwisata memiliki komitmen untuk menekan sekecil mungkin kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur,” kata Wabup.

Disebutkan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku usaha pariwisata, hotel, tempat karaoke dan restoran yang membiarkan terjadinya kasus pelanggaran seksual terhadap perempuan dan anak. “Sanksinya bisa berupa pencabutan izin usaha. Oleh karena itu, resepsionis hotel, tempat karaoke harus selektif saat menerima calon tamu,” tandas Setyo seraya menambahkan di Wonogiri ada 33 hotel, 8 karaoke dan ratusan rumah makan atau resto.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB & P3A) Wonogiri dr Setyarini MKes menambahkan, banyak kasus kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak terjadi di hotel melati. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI