Termakan Usia, SD Inpres Ancam Keselamatan Siswa

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Gedung Sekolah Dasar (SD) yang dulunya pengadaan tahun 1970-1980 mendesak direhab total. Kondisi sekarang yang termakan usia, mengancam keselamatan peserta didik. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Tarsa mengatakan gedung SD yang dibangun di era tahun tersebut sering disebut SD Inpres karena didasari instruksi presiden. Ia memastikan seluruh gedung SD inpres tak lagi layak untuk KBM. Sebagian sudah dirobohkan dan direhab ulang. Namun tidak sedikit masih dimanfaatkan. 

"Jumlahnya saya tidak ingat persis. Yang jelas, sekolah yang mendesak diperbaiki karena gedungnya sudah lama. Itu kan butuh perhatian, termasuk dari kalangan legislatif karena terkait penganggaran," katanya.

Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Sari Widodo mengatakan bakal intens melihat lebih dekat ruang belajar mengajar. Berbagai kondisinya akan dijadikan bahan membuat kebijakan dan merancang anggaran. 

"Kunjungan ini juga untuk mengetahui kekurangan sarana prasarana yang dibutuhkan, atau kendala yang ditemui, untuk kemudian dibawa dalam pembahasan di DPRD dan dicarikan jalan keluarnya," katanya saat sidak di SDN 1 Ngringo.

Sari menegaskan, Komisi D komitmen untuk meningkatkan mutu dunia pendidikan di Karanganyar.
"Kami akan intensif turun ke bawah, memantau, menyerap aspirasi dari pelaku dunia pendidikan. Mana persoalan yang perlu diselesaikan, akan dibawa ke pembahasan di legislatif," imbuhnya.

Kepala SDN 1 Ngringo Sri Rukamsi mengatakan, masih ada kekurangan sarana prasarana pendidikan yang butuh solusi, agar KBM berjalan baik.

"Kami sampaikan tadi, perpustakaan butuh isi. Memang ada koleksi buku, tapi sudah lama. Sudah usang. Kami berharap, ada perhatian dari pihak terkait, agar kekurangan sarana prasarana itu tercukupi," katanya.(Lim)

 

BERITA REKOMENDASI