Terminal Tawangsari Resmi Beroperasi

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Terminal bus Tawangsari resmi dioperasikan sebagai sarana dan prasarana transportasi serta pengembangan wilayah selatan Sukoharjo. Hal tersebut dilakukan mengingat ada puluhan bus pariwisata dengan tujuan Yogyakarta melintas di wilayah Tawangsari. Pemkab Sukoharjo juga melengkapi terminal dengan kios sebagai pusat kuliner dan oleh oleh khas Sukoharjo.

Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo Djoko Indrianto, Rabu (7/3) mengatakan, pembangunan Terminal Tawangsari awalnya pagu anggaran dianggarkan sebesar Rp 3,5 miliar dan dalam pelaksanaanya dikerjakan dengan dana Rp 2,918 miliar. Pelaksanaan pembangunan dikerjakan pada 17 Juni sampai 28 November tahun 2017.

Usai pembangunan selesai Dinas Perhubungan Sukoharjo tidak lantas langsung melakukan peresmian. Pengujian terhadap kualitas bangunan dilakukan secara keseluruhan. Hal itu dilakukan apabila ada kerusakan maka masih bisa diperbaiki karena menjadi kewenangan rekanan dalam masa pemeliharaan.

Bentuk pengujian kualitas bangunan dilakukan Dinas Perhubungan Sukoharjo dengan menggunakan truk berukuran besar dan muatan berat melintas keluar masuk ke Terminal Tawangsari. Hasilnya tidak ditemukan kerusakan dan kondisi jalan tetap baik. Kondisi tersebut melegakan petugas karena bangunan sudah sesuai harapan.

"Secara umum Terminal Tawangsari sudah siap pakai. Kondisi bangunan baik setelah kami melakukan pengecekan dan pengujian," ujar Djoko Indrianto.

Meski siap pakai namun Dinas Perhubungan Sukoharjo masih akan melakukan penambahan fasilitas Terminal Tawangsari. Sebab disana masih belum memiliki kursi tunggu penumpang. Pada Tahun 2018 ini sudah dianggarkan untuk pembelian kursi tunggu penumpang dan segera direalisasikan secepatnya.

"Di Terminal Tawangsari juga sudah dilengkapi fasilitas lain seperti jaringan listrik dan air serta 41 kios untuk usaha," lanjutnya.

Khusus untuk kios Dinas Perhubungan Sukoharjo berharap bisa dimaksimalkan pemanfaatannya oleh masyarakat untuk berdagang atau membuka usaha. Sebab potensi ekonomi sangat besar mengingat aktifitas di Terminal Tawangsari sangat ramai.

"Kebanyakan kios akan dipakai usaha kuliner sebab banyak rombongan wisatawan melintas dan singgah di Tawangsari. Mereka akan berwisata ke sejumlah tempat wisata di Yogyakarta," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah melakukan perencanaan pembangunan sekaligus pengembangan di wilayah selatan. Pembangunan yang sudah dilakukan yakni berupa pembangunan jalan dengan melibatkan pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga membangun Pasar Tawangsari dan pembangunan lain di wilayah Kecamatan Weru dan Bulu.

Program pembangunan diharapkan bisa mengembangkan wilayah selatan Sukoharjo. Pemkab Sukoharjo sekarang juga telah merealisasikan pembangunan Terminal Tawangsari. Bentuk nyata dari dampak pembangunan yang sudah dilakukan yakni naiknya harga tanah di wilayah selatan apabila sebelumnya hanya seraturan ribu rupiah permeter maka sekarang nilainya sudah di atas Rp 1 juta permeter.

Dampak lainnya yakni naiknya perekonomian masyarakat di wilayah selatan. Sebab sekarang banyak bermunculan pelaku usaha kecil dari warga dengan membuka warung dan lainnya.

"Dulu saat malam melintas di wilayah selatan sangat sepi. Sekarang ramai karena sarana dan prasarana tersedia dan ekonomi masyarakat terangkat. Apalagi sekarang sudah ada Terminal Tawangsari," ujar Wardoyo Wijaya.

Bupati meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan kios di Terminal Tawangsari dengan membuka usaha salah satunya kuliner. "Saat akhir pekan bus rombongan wisatawan menuju ke Yogyakarta sangat banyak sekitar 50 – 70 bus dan mereka melintas di Tawangsari. Itu harus dimanfaatkan silahkan jualan kuliner atau oleh oleh khas Sukoharjo di Terminal Tawangsari karena sudah disediakan kios," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI