Teror Ulat Resahkan Warga Sukoharjo Selatan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Teror ulat meresahkan warga di wilayah selatan Sukoharjo meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu sejak beberapa hari terakhir. Ulat ditemukan di pohon jati dan menyebar hingga ke rumah warga.

Salah satu warga Dukuh Gunung Lor, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Eni Anggraini, Senin (30/12) mengatakan, memasuki musim hujan muncul banyak ulat pohon jati. Teror tersebut terjadi setiap tahun mengingat kondisi pohon jati tumbuh subur.

Ulat tersebut muncul sejak beberapa hari terakhir dan terus meneror warga. Ulat tersebut ditemukan disekitar pohon jati, pekarangan, rumah warga hingga jalan raya.

Teror ulat membuat warga resah dan berusaha melakukan penanganan sendiri. Warga mengusir ulat dengan cara menggunakan tongkat atau kayu. Namun ulat tersebut kembali lagi karena jumlahnya sangat banyak.

“Ulat juga ditemukan hingga ke dalam rumah warga karena memang jumlahnya sangat banyak,” ujarnya.

Meski resah, namun warga tetap merasa biasa dengan fenomena yang setiap tahun terjadi. Sebab ulat selalu datang saat bersamaan dengan datangnya musim hujan.

Warga Desa Gentan, Kecamatan Bulu Daliman mengatakan, teror ulat bulu juga terjadi di wilayah Desa Gentan, Kecamatan Bulu sejak beberapa hari terakhir. Ulat banyak ditemukan di pekarangan dan merembet hingga ke rumah warga.

“Ulat ini jumlahnya sangat banyak dan memang berasal dari pohon jati yang banyak ditemukan disekitar rumah,” ujarnya.

Daliman menganggap keberadaan ulat pohon jati sudah biasa dihadapi warga. Sebab meski sekarang cukup terganggu, namun keberadaan ulat ini kedepan juga sangat ditunggu dan menjadi berkah warga.

“Ulat ini nanti kalau sudah jadi kepompong maka banyak warga yang akan mencari. Bahkan orang luar wilayah juga datang mencari kempompong ulat pohon jati,” lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, petugas sudah melakukan pengecekan adanya teror ulat di wilayah selatan Sukoharjo meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. Ulat tersebut ditemukan ditiga kecamatan tersebut sejak beberapa hari terakhir.

“Ulat itu berasal dari pohon jati. Warga biasa menyebut ulat jati. Fenomena ini selalu muncul setiap kali musim hujan datang,” ujarnya.

BPBD Sukoharjo setelah melakukan pengecekan ke lapangan meminta warga untuk tetap waspada. Meski tidak membahayakan namun ulat dengan jumlah sangat banyak tersebut cukup menganggu warga.

“Kami memperkirakan ulat ini tidak hanya ditemukan di wilayah selatan saja, tapi lainnya dimana ada pohon jati,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI