Tersangka Pidana Pajak Rp 1,6 M Diringkus

SOLO, KRJOGJA.com – Tersangka tindak pidana penggelapan dalam jabatan, uang pembayaran pajak PT SHA, Solo senilai Rp 1,6 miliar bernama Suprayitno (49) alias Prayit warga Jalan Kahuripan, Sumber, Solo berhasil diringkus polisi, Kamis (29/8/2019). Prayit karyawan PT SHA Solo bagian perpajakan melakukan modus operandi menggelapkan uang pembayaran pajak perusahaan dengan cara membuat laporan fiktif bukti pembayaran Surat Pemberitahuan (SPT) masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan  SPT Pajak Penghasilan atau  PPH Final pasal 4 ayat (2) seolah-olah dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KP3) Surakarta.

BACA JUGA :

Forpi Jogja: Tutup Hotel Penunggak Pajak!

Jokowi Bakal Kejar Pajak E-Commerce

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli kepada wartawan usai gelar perkara, Kamis (29/8/2019) mengatakan awalnya pengelola perusahaan, RMH Aryo Hidayat Adiseno curiga ada kejanggalan dalam laporan keuangan perusahaan yang dipimpinnya. Hal itu dilaporkan ke Polresta Solo.

Polisi yang dipimpin Kompol Fadli menelusuri laporan keuangan PT SHA. Akhirnya polisi mendapati modus operandi pelaku Prayit. Modus pelaku membuat laporan fiktif untuk laporan pajak pemasukan atau pengeluaran PT SHA Solo dengan membuat bukti pembayaran SPT Masa PPN dan SPT PPH Final pasal 4 ayat (2) yang seolah-olah dikeluarkan oleh KP3 Surakarta sebagai bukti bahwa uang yang diminta oleh tersangka dari perusahaan sudah  dibayarkan ke negara dan sudah melaporkan ke kantor pajak selama kurun waktu bulan September 2016 sampai dengan bulan Oktober 2018. 

"Uang yang digelapkan tersangka mencapai Rp 1.608.548.376. Pelaku dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," ujar Kasatreskrim.

Barang bukti yang disita petugas berupa dua belas lembar bukti penerimaan pembayaran SPT Masa PPN yang diduga palsu, sembilan lembar bukti penerimaan surat SPT PPH Final Pasal 4 ayat 2 yang diduga palsu, satu bendel surat lamaran kerja Suprayitno,satu bendel tanda tangan gaji Suprayitno.  Selain itu BB yang disita polisi satu bendel neraca laporan keuangan keluar PT SHA dan satu bendel perjanjian agen bahan bakar minyak, satu bendel laporan pembayaran pajak PT SHA tahun 2016 s/d 2018. (Hwa).

BERITA REKOMENDASI