Tersengat Listrik, Dua Pekerja Tewas

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dua orang pekerja meregang nyawa akibat tubuhnya tersengat listrik tegangan tinggi, Sabtu (18/1). Keduanya tanpa mengenakan peralatan keselamatan memadai. 

Korban pertama asal Dukuh Ngrawu Rt 03/Rw VI Desa Plosorejo, Matesih, Sikun (44). Saat bekerja bakti membersihkan pekarangan di samping rumah sekitar pukul 09.00 WIB, ia berinisiatif memangkas ranting pohon jati karena terlalu rimbun. Berbekal nekat, ia memanjat pohon setinggi belasan meter itu tanpa alas kaki maupun pakaian karet. Setelah menebas beberapa ranting, tiba-tiba ia merasakan aliran listrik menyengat tubuhnya. Ternyata, tebasannya mengenai untaian kabel listrik.
"Korban sempat berteriak sehingga mengagetkan saksi bernama Tugino (50). Saksi menyadari korban tersengat listrik. Namun tidak berani menurunkannya sendiri," kata Kapolsek Matesih AKP Tri Gusnaldi kepada wartawan.  

Aparat kepolisian, para relawan, serta Satpol PP Kecamatan Matesih, dan petugas PLN  yang tiba di lokasi kejadian, langsung melakukan evakuasi  terhadap korban dari atas pohon.
Nasib tragis juga menimpa pekerja bangunan bernama Sugito (60) di Dukuh Silamat RT 002/RW XII, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Sugito meninggal dunia akibat tersengat listrik saat bekerja di atap bangunan, Sabtu sekitar pukul 12.30 WIB.

Sugito yang merupakan warga Gunung Wijil RT 005/RW 026, Desa Ngringo, Jaten, merupakan kepala proyek di tempat tersebut. Saat kejadian, korban bersama sejumlah pekerja bangunan sedang menyelesaikan pembangunan showroom Saryono Motor di Jaten.
"Kami sedang memasang keramik di lantai bawah. Tak tahu bagaimana korban bisa kesetrum," kata rekan korban Sulardi (33).

Sejumlah anggota BPBD Karanganyar, tim SAR Karanganyar, sukarelawan, dan warga sekitar berusaha mengevakuasi jenazah korban di atap bangunan lantai dua. Ia menyadari kecelakaan itu usai mendengar suara ledakan kemudian menelusuri sumber suara.

Wakil Kepala Bidang Operasional SAR Karanganyar, M. Rasyid Al Fauzan, menuturkan proses evakuasi membutuhkan waktu lama. "Medan lumayan sulit. Kondisi tubuh korban lengket dengan seng karena terbakar. Jadi, dua rescuer berada di atap yang sama dengan korban untuk memasukkan jenazah ke kantong kemudian menurunkan jenazah ke atap di bawahnya. Rescuer lain di bawah nampani kantong jenazah dan membawa turun," tutur Fauzan. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI