Tertunda Karena Pandemi, 70 Calhaj Sragen Meninggal

SRAGEN, KRJOGJA.com – Penundaan selama dua tahun keberangkatan jamaah haji akibat pandemi corona berdampak pada kondisi calon jemaah haji. Di Kabupaten Sragen, tercatat sebanyak 70 calhaj yang tertunda keberangkatannya karena pandemi sudah meninggal dunia.

Meski demikian, jatah kursi mereka masih bisa digantikan oleh ahli waris dari anggota keluarga terdekat. Fakta itu diungkapkan Pelaksana Tugas (PLt) Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Muhammad Ulin Nur Hafsun. Menurutnya, total ada 70 calhaj di Sragen yang melimpahkan kursi mereka. Hal itu terjadi karena calhaj tersebut meninggal dunia selama masa tunggu keberangkatan dalam dua tahun terakhir.

“Jadi ada 70 calhaj yang melimpahkan kursi karena meninggal dunia. Dilimpahkan kursinya ke ahli waris,” ujarnya, Rabu (15/9/2021).

Menurut Ulin, selain 70 orang yang melimpahkan kursi, selama Januari sampai 3 September 2021 ini sudah ada 37 calhaj yang memutuskan membatalkan porsi atau kursi. Mereka membatalkan kursi karena meninggal dunia dan tidak ada ahli waris pelimpahannya. Selain meninggal, ada yang membatalkan karena alasan keluarga.

“Pembatalan kursi itu terjadi karena meninggal dunia tapi tidak ada ahli waris atau tidak ada pelimpahannya. Mungkin juga alasan keluarga,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI