THR Sriwedari Resmi Berhenti, Tapi…

SOLO, KRJOGJA.com – Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, resmi menghentikan operasional sejak Senin (04/12/2017) setelah 32 tahun menjadi alternatif hiburan murah bagi warga Solo dan sekitarnya. 
Puluhan pekerja mulai membongkar aneka wahana permainan, di areal seluas sekitar 1 hektare di kawasan Taman Sriwedari. Sejauh ini, pengelola masih melakukan negosiasi dengan sejumlah pihak dalam kaitan mencari lokasi baru untuk berpindah.

Direktur PT Smart Solo selaku pengelola THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasidi THR Sriwedari mengungkapkan proses pembongkaran wahana permainan, diperkirakan baru rampung hingga akhir tahun ini. Untuk sementara, seluruh wahana permainan digudangkan lebih dulu, dan hendak dioperasionalkan kembali, jika nanti telah diperoleh lahan baru di sekitar Kota Solo.

Dia menjelaskan tidak ada pilihan lain untuk menghentikan operasional THR Sriwedari karena Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak lagi memperpanjang sewa lahan yang telah ditempati sejak 32 tahun silam. 
"Lahan bekas TRH Sriwedari, rencananya akan digunakann untuk masjid raya yang dijadwalkan hendak dibangun awal tahun 2018 mendatang. Jadi, akhir tahun ini, kawasan bekas THR Sriwedari harus bersih, baik dari wahana permainan ataupun bangunan yang selama ini dijadikan kantor pengelola," ujar Sinyo.

Soal nasib karyawan, Sinyo mengungkapkan dengan berat hati sekitar 125 karyawan harus dirumahkan terhitung sejak Desember 2017. Saat tumpengan perpisahan Minggu (03/12/2017) malam, para karyawan sudah diisyaratkan untuk mencari pekerjaan lain bagi sumber penghidupan keluarga masing-masing. 

"Mereka dapat memahami kondisi perusahaan yang harus menghentikan operasional, tanpa banyak tuntutan. Jika nanti pengelola memperoleh lahan baru dan THR dapat dioperasionalkan kembali, mereka diberi kesempatan untuk bergabung lagi." (Hut)

BERITA REKOMENDASI