Tidak Ada Peserta BPJS yang Turun Kelas di Solo

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Kepala BPJS Kesehatan cabang Surakarta, dr Bimantoro R AAK memastikan tak ada peserta BPJS Kesehatan yang pindah kelas, menyusul adanya penyesuaian iuran jaminan kesehatan seperti yang ditetapkan dalam Perpres no 75 tahun 2019. Begitu pun para buruh tetap berada di kelas 2.

"Sesuai peraturan, buruh tetap menempati kelas 2. Mereka tidak bisa diturunkan ke kelas 3," jelas dr Bimantoro pada media gathering di kantornya jalan Ki Mangun Sarkoro Solo,  Senin (09/12).

Bimantoro mengatakan sesuai Perpres mereka tetap di kelas 2 kecuali pengusaha mengalami rugi atau pailit. Tapi kenyataannya dirinya melihat pengusaha masih terus melakukan rekrutmen karyawan baru.

Mulai 1 Januari 2020, besarnya iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) untuk kelas 1 Rp 160.000,-/jiwa/bulan, kemudian kelas 2 Rp 110.000,-/jiwa/bulan dan kelas 3 Rp 42.000,-/jiwa/bulan. Dampak dari penyesuaian iuran untuk keberlangsungan program JKN KIS serta perbaikan layanan.

Bimantoro menyatakan jumlah fasilitas kesehatan terus mengalami penambahan. Tidak benar jika ada dokter yang memutuskan hubungan dengan BPJS. "Memang ada yang memutuskan, jumlah ada tiga dokter. Mereka karena dua orang sekolah dan satu lainnya meninggal."

Dengan adanya penyesuaian tarif ia berharap ke depan lebih baik dan lancar. Termasuk BPJS dalam membayar klaim rumah sakit dan dokter. (Qom)

BERITA REKOMENDASI