Tiga Calhaj Sragen Batal Berangkat

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Sebanyak 3 calon jamaah haji asal Kabupaten Sragen dipastikan batal berangkat ke tanah suci pada tahun ini. Selain meninggal dunia dan sakit, seorang calon jamaah haji di antaranya batal berangkat karena sedang menempuh studi pendidikan.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Sragen, Sutopo disela acara pamitan haji di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (09/08/2016) mengatakan, total jamaah haji dari Sragen yang akan diberangkatkan sebanyak 770 orang. Namun ada 3 yang tidak bisa berangkat karena berbagai alasan tersebut. "Ada satu yang meninggal, satu lainnya karena sakit dan ada juga yang sedang menempuh studi," ujarnya.

Selain 3 calon jamaah haji tersebut, ada 3 calon jemaah haji lain yang melakukan mutasi pemberangkatan ke daerah lain. Yakni satu orang ke Kabupaten Semarang, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Gresik. "Sementara untuk mutasi masuk dari Boyolali tercatat ada 2 orang," jelasnya.

Menurut Sutopo, calon jamaah haji dari Sragen akan terbagi dalam 4 Kelompok Terbang (Kloter) yakni Kloter 21 dengan 355 orang, Kloter 22 dengan jumlah yang sama 355, Kloter 56 sebanyak 53 orang serta Kloter 57 dengan 7 orang. Nantinya 770 jamaah tersebut akan diberangkatkan dalam dua termin, yakni pada 16 Agustus dan 31 Agustus 2016. "Yang koloter 21 dan 22 berangkat duluan. Kalau tidak ada halangan mereka akan tiba di tanah air pada 26 September 2016," paparnya.

Sutopo menjelaskan, keempat Kloter tersebut tidak murni dari Sragen seluruhnya sebab Kloter 56 dan 57 digabung dengan calon jemaah haji dari Kabupaten lain yakni Boyolali, Karanganyar, Klaten, Temanggung dan Magelang. "Untuk visa sudah clear tidak ada masalah. Semoga semua lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Dedy Endriyatno berpesan kepada seluruh calon jemaah haji agar senantiasa menjaga kesehatan. Selain itu, para jamaah diminta agar fokus beribadah selama berada di tahan suci. "Semua yang terjadi ketika di tanah suci nanti hendaknya diikhlaskan saja. Doakan agar Sragen tambah makmur dan sejahtera," tuturnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI