Tiga Pekerja Tertimpa Tembok, 1 Tewas

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Seorang tewas dan dua lainnya luka serius akibat tertimpa tembok setinggi 4 meter di Dusun/Desa Gemantar, Jumantono, Jumat (3/12) siang. Musibah itu bermula ketika ketiganya berusaha merobohkannya namun tanpa perlengkapan keselamatan kerja. 

Kanitreskrim Polsek Jumantono Ipda Dewa Wirantika mengatakan korban tewas bernama Karto Mardi (80) asal Dusun Gemantar Rt 01/Rw I. Ia bersama dua tetangganya bekerja bakti meratakan puing-puing bangunan. Rencananya, setelah diratakan, lahan itu akan dimanfaatkan. Dua tetangganya itu bernama Sastro Tarno (68) dan Paino (50). 

"Kerja bakti mereka. Kejadian jam 10 pagi. Niatnya meruntuhkan tembok dengan alat sederhana seperti linggis, palu dan betel. Mereka tanpa mengenakan pakaian keselamatan seperti helm dan sebagainya," katanya kepada wartawan. 

Saat mulai bekerja, sedikit demi sedikit tembok berukuran panjang 4 meter dan tinggi 2,5 meter itu berguguran. Namun tiba-tiba, sebagian besar tembok runtuh dan menimpa ketiganya. 

Orang-orang di sekitar kejadian berteriak histeris lalu berusaha menolong. Karto Mardi dikeluarkan dari reruntuhan dengan kondisi merintih kesakitan. Luka di sekujur tubuhnya membuat pria renta ini semakin lemah. Ia sempat dilarikan ke RSUD Karanganyar, namun tak lama kemudian dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Di sanalah ia menghembuskan nafas terakhir.  "Mungkin karena sudah lemah dan renta, sehingga nyawanya tak tertolong," katanya. 

Sedangkan dua korban lain mengalami luka serius. Sastro Parno mengalami luka patah kaki kanan dan kiri, serta Paino mengalami luka-luka di sekujur tubuh. Keduanya dirawat inap di RSUD Karanganyar. Diduga penyebab robohnya tembok yang memakan korban jiwa itu lantaran peralatan yang digunakan tak sesuai standar. Selain itu juga kurangnya kewaspadaan saat bekerja bakti. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI