Tiga Pelaku Terancam Hukuman Mati

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penyelundupan sabu-sabu senilai Rp 1 miliar menyiapkan pasal berlapis dalam materi dakwaan terhadap Sutopo, Titrit dan Agus. Tiga warga Karanganyar tersebut diancam hukuman mati.

Hal itu dikemukakan salah satu anggota tim JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Dita Ardian, Jumat (05/08/2016). Dalam 20 hari pascapelimpahan berkas perkara ke Kejari, Senin (01/08/2016) lalu, materi dakwaan sudah harus disiapkan sebelum persidangan.

Dian mengatakan, timnya menggunakan pasal 113, 114, dan pasal 112 juncto pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman maksimal hukuman mati,” ujarnya.

Kasus ini diseriusi kejari mengingat perkara penyalahgunaan narkotika menjadi sorotan, apalagi barang bukti berupa 602 gram sabu-sabu bukan hal sepele. Dita mengatakan, salah satu dari tiga pelaku penyelundupan sabu-sabu yakni Sutopo merupakan otak kejahatan tersebut, sedangkan dua lainnya disuruh mengirimkan barang haram itu ke alamat tujuan. “Akan dibuktikan di persidangan. Sutopo mendatangkan sabu-sabu dari Nigeria,” katanya.

Pengiriman sabu-sabu ini via Kantor Pos Surakarta ini digagalkan aparat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Surakarta pada April 2016 silam. Barang haram yang dikirim dari Nigeria ke alamat di Karanganyar itu disembunyikan ke rongga lima buah manekin. Diperkirakan, 602 gram sabu-sabu itu senilai Rp 1 miliar lebih.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Karanganyar, Sudarto, mengatakan pelimpahan perkara ke pihaknya itu merupakan rekomendasi Kejaksaan Agung (Kejakgung) usai diproses penyidik Mabes Polri. Dalam hal ini, Kejari telah menunjuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain berkas perkara, Kejagung juga melimpahkan barang bukti berupa maniken, sabu-sabu 602 gram, dan handphone. (M-8)

BERITA REKOMENDASI