Tim Kejari Akui Ada Penyimpangan Pengadaan Komputer Desa

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen mulai mendeteksi sejumlah ketidakberesan terkait proyek pengadaan komputer program Sistem Informasi Desa (SID) Tahun 2017. Beberapa temuan itu terungkap dari serangkaian kegiatan pengumpulan data dan bahan keterangan (Puldata Pulbaket) yang sudah digelar secara maraton sejak hampir sebulan terakhir.

Temuan indikasi penyimpangan disampaikan Kajari Sragen, Muh Sumartono, Kamis (22/3). Dari hasil puldata pulbaket yang dikumpulkan tim penyidik, baik temuan di lapangan maupun pemanggilan Kades-kades beberapa waktu lalu, tim mendeteksi ada beberapa ketidaksesuaian. 
"Seperti ada printer yang ditemukan sudah bermasalah, kapasitas RAM yang tidak sesuai, dan ada yang programnya terindikasi tidak asli. Tapi ini masih terus dilakukan penggalian data dan bahan keterangan," ujarnya.

Namun Sumartono mengaku tidak akan gegabah dalam menangani kasus ini. Selain jumlah desanya banyak, yakni 196 desa, penanganan kasus ini juga tetap harus mengedepankan pada Standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Soal peluang apakah kasus tersebut bisa naik ke tahap penyidikan dan ada tersangka, ia belum bersedia berkomentar. "Tunggu saja perkembangan kasusnya seperti apa,” tandasnya.

Sementara, Kasie Pidana Khusus, Adi Nugraha menambahkan selain pemanggilan 12 kades di Kecamatan Sidoharjo, selama beberapa hari terakhir tim khusus yang dibentuk Kejari juga telah melakukan pengecekan ke desa-desa. Ia menyebut ada sejumlah desa yang sudah dicek secara random dan acak di beberapa kecamatan.

Seperti diberitakan, Kejari Sragen terus mendalami kasus dugaan monopoli dalam proyek pengadaan komputer desa dan tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB). Informasi yang beredar, pengadaan komputer itu dikabarkan digiring melalui rekomendasi tak tertulis untuk membeli di dua toko yang konon disebut memiliki kedekatan dengan pengambil kebijakan. (Sam)

BERITA REKOMENDASI