Tim Kejari Solo Menangkan Gugatan Melawan Putri Joko Susilo

SOLO, KRJOGJA.com – Setelah diperjuangkan oleh pengacara negara dalam hal ini Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo akhirnya aset terpidana kasus simulator Surat Ijin Mengemudi (SIM), Irjen Pol Purn Djoko Susilo yang terletak di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan No 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan , Solo senilai Rp 43 miliar akhirnya kembali dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Ini setelah Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo menggugurkan gugatan yang dilayangkan Poppy Femialya putri mantan Kakorlantas Djoko Susilo tentang hibahnya ke Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Gugatan tidak diterima (NO) lantaran obyek sengketa bukan merupakan ranah peradilan umum melainkan dalam ranah pengadilan tata usaha negara,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solo Nanang Gunaryanto SH MH didampingi  Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kota Solo, Adhya Satya Lambang Bangsawan kepada wartawan di kantor Kejari Solo, Kamis (27/8/2020).

Selain Pemkot Surakarta, pihak yang digugat secara perdata antara lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Sementara posisi Kajari Solo merupakan Jaksa pengacara negara untuk Pemkot Solo. Seperti diketahui kronologis perkara perdata perbuatan melawan hukum (PMH) dari Samsul Huda Yudha. SH dkk dari Kantor Hukum YAR Law Firm Attorneys at Law atas nama Irjen Pol.Drs. Djoko Susilo, SH, M.Si dan Poppy Femialya selaku penggugat terhadap Walikota Surakarta.

BERITA REKOMENDASI