Tim Temukan Daging Busuk dan Makanan Kedaluwarsa

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Tim Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar mendapati jerohan ayam busuk dan daging sapi semi gelonggongan dijual di Pasar Palur, Senin (12/6). Di lokasi itu, tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) juga menemukan penjualan makanan pabrikan tak teregistrasi, kedaluwarsa dan kue kering tanpa standar pengemasan.

Di shelter penjualan daging, tim yang dipimpin Kepala Disnakkan Sumijarto memeriksa kandungan air dengan PH meter. Kecurigaan petugas terhadap penjualan di salah satu stan terbukti dagingnya semi gelonggongan.  

"Angka PH 5,2. Cukup basah tapi tak sampai diatas angka 7. Dikategorikan semi gelonggongan. Namun, masih layak dikonsumsi. Hanya saja biasanya itu modus pedagang menambah berat daging,” kata Sumijarto.

Total terdapat 15 kilogram daging semi gelonggongan di beberapa stan penjualan. Pedagangnya hanya ditegur namun dagingnya tidak disita. 

Sumijarto meminta masyarakat jeli membedakan daging kering dengan semi gelonggongan.“Daging basah biasanya tidak digantung dan warnanya mencolok. Harganya lebih miring. Risiko lebih cepat busuk dibanding daging kering,” katanya.

Tim masih menemukan penjualan susu bubuk kemasan merek tertentu melewati tanggal kedaluwarsa, makanan olahan tanpa label dan tanggal kedaluwarsa, kemasan rusak dan sebagainya. Di sebuah pasar modern wilayah Palur, tim DKK terpaksa menegur manager toko itu soal penjualan eceran kurma. Di kemasannya tak terpasang keterangan dari mana produksinya maupun tanggal kedaluwarsa. (R-10)

BERITA REKOMENDASI