Tinggal 233 Kasus Positif Virus Corona Aktif di Sukoharjo

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Kasus positif virus Corona di Kabupaten Sukoharjo tinggal 233 kasus. Rinciannya terdiri dari 74 kasus isolasi mandiri, satu kasus isolasi terpusat dan 158 kasus rawat inap di rumah sakit. Jumlah kasus terbanyak berada di Kecamatan Sukoharjo sebanyak 46 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (19/4) mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat kasus positif virus Corona aktif di Sukoharjo secara akumulasi tinggal 233 kasus. Angka kasus tersebut tersebar di 12 kecamatan dengan jumlah bervariasi di masing masing kecamatan.

Posisi tertinggi ditempati Kecamatan Sukoharjo ada 46 kasus, Kecamatan Kartasura dengan 33 kasus, disusul Kecamatan Polokarto 29 kasus, Kecamatan Tawangsari 24 kasus, Kecamatan Weru 22 kasus, Kecamatan Bendosari 19 kasus, Kecamatan Bulu 17 kasus, Kecamatan Baki 14 kasus, Kecamatan Grogol 11 kasus, Kecamatan Mojolaban delapan kasus, Kecamatan Nguter enam kasus, dan Kecamatan Gatak empat kasus aktif. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat posisi tertinggi kasus positif virus Corona aktif mengalami perubahan dari sebelumnya Kecamatan Kartasura ke Kecamatan Sukoharjo.

“Kasus positif virus Corona aktif di Kecamatan Kartasura terus turun. Tapi di Kecamatan Sukoharjo justru naik dan menempati posisi tertinggi,” ujarnya.

Sebanyak 233 kasus positif virus Corona aktif di Sukoharjo tersebut kondisi masing masing berbeda. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat rinciannya terdiri dari 74 kasus isolasi mandiri, satu kasus isolasi terpusat dan 158 kasus rawat inap di rumah sakit.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terus memantau kondisi 233 kasus positif virus Corona aktif tersebut. Mereka sudah mendapatkan penanganan semua secara medis untuk mempercepat proses penyembuhan.

BERITA REKOMENDASI