Tinggal di Lokasi Rawan Longsor, 24 KK Enggan Direlokasi

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sedikitnya 24 kepala keluarga (KK) warga Dukuh Dijeruk, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Sragen, menolak direlokasi ke tempat lain meski rumah tempat tinggalnya rawan bencana longsor. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus membujuk agar warga tersebut bersedia dipindah.

Kepala Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono kepada wartawan Kamis (1/11) mengatakan, pihaknya terus melakukan pendekatan kepada 24 KK yang tinggal di daerah rawan longsor agar bersedia direlokasi. Apalagi saat ini sudah musim pancaroba, dan dipastikan kalau musim penghujan tiba, bahaya longsor bisa terjadi sewaktu-waktu.

Menurut Sugeng, masih enggannya warga dipindah ke tempat baru, dikarenakan mereka menganggap tanah tersebut merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga. Apalagi warga juga merasa sayang kalau harus pisah dengan tanah garapannya yang sekarang. "Tidak kurang-kurang kami terus melakukan pendekatan. Namun sampai sekarang warga masih belum mau," ujarnya.

Sugeng megindentifikasi sejumlah kendala terkait pemindahan warga di kawasan tersebut. Salah satunya adalah harga tanah setempat yang melonjak. Namun hal ini bisa dibicarakan lebih lanjut. "Yang penting bagaimana warga bersedia pindah lebih dulu. Warga harus memahami bahwa tempat tinggalnya saat ini berada di daerah rawan longsor. Kalau tidak segera pindah, bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu," jelasnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI